Siswa SMPN 4 malu video mesum teman sekolahnya beredar

MERDEKA.COM. Video adegan seks yang diperankan dua pelajar SMPN 4 Sawah Besar, Jakarta Pusat mulai beredar di masyarakat. Selaku teman satu sekolah, banyak siswa SMPN 4 yang merasa malu dengan beredarnya video tersebut.

"Ya kita malulah, sekolah jadi jelek," ujar salah satu siswi SMPN 4 yang enggan disebutkan namanya saat ditemui di sekolahnya, Jumat (25/10).

Dia menambahkan AE dan FP sudah tidak sekolah setelah ramai diberitakan. "Saya juga nggak tau ke mana mereka," katanya.

Sementara itu, salah satu orangtua siswa SMPN 4, Siti, mengaku prihatin dengan kelakuan kedua pelajar itu. Pasalnya, sekolah tersebut merupakan salah satu SMP favorit.

"Sekolah menjadi tercemar. Anak saya sekarang selalu awasi pergaulannya," kata Siti saat menjemput putrinya pulang sekolah.

Video adegan seks SMPN 4 Sawah Besar, Jakarta Pusat yang diperankan AE (14) dan FP (13) mulai tersebar luas di masyarakat. Bahkan, video tersebut juga tersebar di kalangan pelajar SMPN 4 tersebut.

"Iya sudah beredar di kita-kita," ujar salah satu siswi pelajar SMPN 4 yang enggan menyebutkan namanya saat ditemui di sekolahnya, Jumat (25/10).

Hal senada juga dilontarkan oleh gerombolan siswa pria. Mereka mengaku sudah melihat video adegan seks temannya itu. "Yah dapetnya dari temen-temen juga," katanya.

Video tersebut berdurasi kurang dari empat menit. Video tersebut diambil di dalam ruang kelas dan direkam serta disaksikan oleh teman-temannya.

Baca juga:

PPP sarankan Mendikbud beri sanksi SMPN 4 terkait video porno

Hari ini siswi SMPN 4 pemeran video mesum diperiksa polisi

Video seks SMPN 4 awalnya beredar di kalangan teman sekolah


Topik pilihan:



Pembunuhan Holly | Pencabulan Siswi SMP | Bunda Putri | Isu Kudeta Prabowo | Jokowi ahok

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.