Siswa Tidak Mampu Pakai Seragam Gratis Saat PTM Penuh di Surabaya

·Bacaan 2 menit
Wali kota Surabaya Eri Cahyadi saat meninjau PTM penuh di sekolah Surabaya. (Dian Kurniawan/Liputan6.com)

Liputan6.com, Surabaya - Siswa SD dan SMP dari keluarga Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di Surabaya mengikuti Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 100 persen dengan seragam baru, secara dari Pemkot Surabaya.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengungkapkan, terkait dengan seragam gratis untuk siswa dari keluarga MBR, telah disalurkan di tiap sekolah. Seragam tersebut merupakan hasil produksi dari UMKM di Kota Surabaya.

"Insya Allah nanti juga tiap sekolah akan membelikan seragam, tetapi bukan untuk MBR, melainkan seragam yang dikerjakan UMKM, untuk menggerakkan UMKM kita. Termasuk nanti pegawai negeri memakai sepatu dan seragam UMKM," ujarnya usai mengunjungi sejumlah sekolah SD dan SMP di Surabaya, Senin (10/1/2022).

Sementara itu, Salah satu siswa dari keluarga MBR yang mengikuti PTM 100 persen adalah Airin, pelajar kelas 2 SDN Kaliasin 1 Surabaya, mengucapkan terima kasih kepada Wali Kota Eri karena bisa mengikuti PTM seperti siswa yang lain, karena mendapat bantuan perlengkapan sekolah.

"Terima kasih Bapak Wali Kota (Eri Cahyadi), karena saya bisa mendapat seragam sekolah gratis untuk sekolah," kata Airin.

Di tempat terpisah, Irvin Santoso, salah satu siswa kelas 9 SMP Santa Maria Kota Surabaya, mengaku senang karena bisa kembali bertemu teman-teman dan gurunya yang ada di sekolah.

Bahkan, dia mengaku kaget karena Wali Kota Eri langsung mengunjungi dan memberikan semangat untuk dirinya dan teman-teman di sekolahnya.

"Saya merasa spesial karena bisa mendapat kunjungan langsung dari Pak Wali Kota (Eri Cahyadi). Apalagi mendapat semangat dari beliau, saya semakin bersemangat untuk PTM ini," ucap Irvin.

Tetap Prokes

Irvin melanjutkan, dia bersama teman-temannya sudah tidak sabar dengan pelaksanaan PTM di sekolah. Bagi dia, PTM menjadi salah satu kegiatan yang mempermudah untuk memahami materi belajar dari sekolah.

"Karena ketika belajar online saya merasa tidak efisien ketika belajar di rumah. Semoga selalu ada inovasi, agar materi bisa langsung diberikan," ujarnya.

Kepala Dispendik Kota Surabaya, Yusuf Masruh menambahkan, pihaknya meminta kepada seluruh pihak di lingkungan sekolah untuk saling menjaga protokol kesehatan. Sebab, pada pelaksanaan PTM 100 persen yang sedang berlangsung, masih menyesuaikan dengan pola para peserta didik.

"Seluruh pengawas digerakkan, kita lakukan koordinasi terus dengan Dinas Kesehatan untuk melakukan pencegahan ataupun penanganan (Covid-19). Saat ini pembelajaran masih dua jam setengah untuk SD dan tiga jam untuk SMP, serta relaksasi 10 menit, agar anak tidak jenuh," ucap Yusuf.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel