Siswi Muslim Jerman Harus Ikuti Pelajaran Renang

Berlin (AFP/ANTARA) – Pengadilan Jerman pada Jumat menolak untuk mengizinkan seorang pelajar Muslim untuk melewatkan pelajaran berenang setelah dia mengatakan bahwa ia tidak nyaman berada terlalu dekat dengan anak laki-laki yang bertelanjang dada.


Pelajar berusia 12 tahun itu, berasal dari Maroko namun bersekolah di kota Frankfurt, bagian selatan Jerman, menolak untuk mengikuti pelajaran berenang.


Ia mengajukan haknya untuk tidak mengikuti kelas tersebut, pengacaranya berpendapat yang mengacu pada AL-Quran, bahwa dia tidak hanya dilarang menunjukkan dirinya kepada anak laki-laki namun juga dilarang melihat anak laki-laki yang tidak berpakaian.


Pengadilan administratif di Kassel, sebelah barat Jerman, menolak pengajuannya.


Mereka mengatakan dalam putusannya bahwa ia dapat mengenakan pakaian renang yang menutup seluruh tubuhnya, yang dikenal sebagai “burkini” dan juga dikenakan oleh beberapa siswi di sekolahnya, yang akan cukup menjamin kebebasan beragamanya.


Keluarganya telah memilih untuk tinggal di Jerman, tempat di mana berenang campuran merupakan normal, menurut pengadilan.


Salah satu dari tujuan sistem sekolah adalah untuk mempromosikan integrasi dan toleransi, tambah pihak pengadilan, menyatakan sebuah putusan oleh pengadilan konstitusi Jerman(dh/ai)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.