Siswi SMK Dihamili Bapak Kandung  

TEMPO.CO, NGAWI - Seorang bapak tega menyetubuhi anak kandungnya berkali-kali hingga sang anak hamil. Perbuatan amoral itu dilakukan Adi Pranoto, 38 tahun, warga Desa Tulakan, Kecamatan Sine, Ngawi, Jawa Timur. Korbannya adalah anak satu-satunya yang saat ini sudah berusia 16 tahun dan duduk di bangku SMK.

"Tersangka mengaku telah menyetubuhi korban sejak tahun 2007," kata Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Kepolisian Resor Ngawi, Ajun Komisaris Budi Santosa, Sabtu, 9 Maret 2013. Saat ini korban tengah hamil enam bulan. Perbuatan bapak korban terbongkar setelah warga curiga melihat perut korban yang membuncit.

Perangkat dusun dan desa setempat membawa korban ke dokter kandungan. Setelah diperiksa, korban positif hamil enam bulan. Korban mengatakan bahwa anak yang dikandungnya adalah anak dari bapaknya sendiri. Perangkat desa akhirnya melapor ke kepolisian.

Kepada polisi, tersangka Adi mengatakan tak bisa menahan nafsu birahinya. "Istri saya lama bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Jakarta dan sekarang di Sidoarjo," katanya. Pantas saja tersangka leluasa melampiaskan nafsunya, karena di rumah ia hanya tinggal berdua dengan anak tunggalnya itu. Istrinya jarang pulang karena bekerja di luar kota.

Kepada polisi, korban mengaku dipaksa dan diancam. "Kalau enggak mau diancam tidak akan disekolahkan dan tidak diberi makan," ujar korban. Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 81 dan 82 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman pidana penjara minimal 3 tahun dan maksimal 15 tahun, serta denda minimal Rp 60 juta dan maksimal Rp 300 juta.

ISHOMUDDIN

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.