Siswi yang Gantung Diri Pelajar Berprestasi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Siti Annisa Salihatin (16) ditemukan tewas tergantung di lantai dua rumahnya di Jalan Sidih, Kelurahan Tengah, Jakarta Timur, Senin (25/6/2012) sore.

Siti yang akrab disapa Nisa, diduga kecewa saat menerima nilai semester bayangannya yang menurun drastis.

Padahal, pada semester sebelumnya, pelajar SMK Pertiwi Jakarta Timur duduk di peringkat kedua terbaik di kelasnya.

Kapolsek Kramat Jati Kompol Imran Gultom yang ditemui di rumah duka mengatakan, menurut keluarga korban, Annisa stres setelah mendapat rapor bayangan semestrer 2. Sebab, nilai pelajarannya merosot drastis.

"Ibu korban mengatakan, kemungkinan anaknya malu dengan nilai yang menurun itu. Jadi, dugaan awal kami, motif korban bunuh diri adalah karena permasalahan nilai sekolahnya," tutur Imran, Selasa (26/6/2012).

Kekecewaan Nisa atas nilai sekolah yang merosot tajam, juga dilontarkan Ririn, teman sekolahnya. Menurut gadis 16 tahun, Nisa sering dimarahi kakaknya lantaran nilai rapor yang menurun.

"Kemungkinan Nisa tertekan karena nilai yang jeblok itu," ungkapnya saat melayat bersama teman-temannya.

Ririn juga menyebutkan, beberapa waktu lalu Nisa putus hubungan cinta dengan pacarnya.

"Tapi, saya enggak tahu siapa pacarnya, karena dia enggak pernah cerita. Dia hanya sesekali cerita, tapi enggak detail. Nisa itu sangat tertutup," jelas Ririn. (*)

BACA JUGA

  • Mulai 2 Juli U-Turn Depan Hotel Kartika Chandra…
  • Gantung Diri karena Prestasi Sekolah Menurun
  • Ki Kusumo: Inventarisasi Budaya Indonesia dan Patenkan
  • Terminal Bus Pulogebang Belum Dioperasikan
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.