Sita Ribuan Ton Susu Ilegal, Mendag Zulhas: Importir Sulit Dapat Izin Kementan

Merdeka.com - Merdeka.com - Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan, menyita 2.735 ton bahan baku susu impor di kawasan pergudangan Sentul, Kabupaten Bogor, Rabu (14/9). Produk olahan tersebut senilai Rp120 miliar.

Zulkifli mengungkapkan, penyitaan dilakukan karena PT TK, tidak mengantongi izin impor sesuai Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 51 tahun 2020 tentang Pemeriksaan dan Pengawasan Tata Niaga Impor Setelah Melalui Kawasan Pabean.

"Awalnya, Dirjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Negara, melakukan pengawasan. Kemudian ditemukan PT TK yang merupakan importir produk hewan olahan susu dan turunannya," kata Zulkifli.

Menurutnya, pelanggaran ini bersifat administrasi, sehingga dapat diperbaiki dengan cara melakukan re-ekspor untuk melengkapi dokumen.

"Ini bahan baku. Industri lain juga bergantung dengan bahan baku ini. Penting dan strategis. PT TK sudah mengakui salah," kata dia.

Menurutnya, sebagai importir, PT TK belakangan ini kesulitan memperoleh izin dari Kementerian Pertanian. "Katanya lama ngurus surat-suratnya. Bisa tiga bulan dan harus ada dari Pertanian. Pertanian tidak mengeluarkan rekomendasi dan bersurat kepada Kemendag," jelasnya.

Sementara Dirjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga, Veri Anggrijono, langkah penegakan hukum bisa dilakukan melalui pengenaan sanksi, sehingga dapat memberi efek jera bagi pelaku usaha yang tidak taat ketentuan.

"Dikenakan sanksi sesuai peraturan berlaku. Sehingga bisa memberi efek jera kepada pihak yang melanggar ketentuan perundangan, khususnya terkait kegiatan importasi," kata dia. [rhm]