Siti Fatimah, TKW Korban Pembunuhan Dukun Aki Cs Dimakamkan Secara Prokes Covid-19

Merdeka.com - Merdeka.com - Makam Siti Fatimah, korban pembunuhan Wowor alias dukun Aki Cs lintas Cianjur-Bekasi telah dilakukan ekshumasi atau penggalian ulang di kawasan Garut, Jawa Barat pada Selasa (25/1). Dalam penggalian ulang itu ditemukan sebuah peti yang didalamnya jenazah Siti yang sudah terbungkus.

Kasubdit Jatanras Polda Metro Jaya, AKBP Indrawienny Panjiyoga mengatakan, proses pemakaman jenazah Siti dilakukan secara prosedur Covid-19. Pemakaman tersebut pun berlangsung pada 2021 silam.

Namun, dijelaskan Panji pihak keluarga yang pada saat ekshumasi berlangsung tidak mengetahui kalau Siti dimakamkan dengan cara protokol kesehatan. Lantaran pada saat itu tengah gencarnya kasus Covid-19.

"Pada saat pemakaman keluarganya kan tidak melihat jenazah karena pada saat itu masih pandemi covid-19. Kan pandemi covid-19 itu jadi keluarganya menerima jenazah pada saat sudah dalam peti terus sudah di wraping dan enggak boleh dibuka," jelas Panjiyoga saat dikonfirmasi Jakarta, Rabu (25/1).

Kini jenazah Siti sudah diserahkan ke RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur guna pendalaman fakta kasus pembunuhan berantai Aki Cs.

"(Siti meninggal) 2021 masih pandemi covid. Kita belum buka masih di peti nanti di rumah sakit (RS Polri Kramat Jati) kita buka," pungkas dia.

Sekedar mengingatkan, Siti merupakan salah satu TKW yang tertipu dengan bujuk rayu Wowon yang bisa melipat gandakan uang. Namun Siti justru dibunuh ketika menagih janji Wowon.

Siti dibunuh Noneng yang merupakan mertua dari Wowon atau ibu kandung Wiwin. Dia diperintah Wowon membunuh Siti membuang mayat Siti ke laut di Surabaya.

"Kemudian yang di Garut juga ini penyidik mendapatkan identitas yang awalnya akan ke Surabaya kemudian dihanyutkan (dibunuh) ke laut," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko saat dikonfirmasi, Sabtu (21/1).

Siti TKW Korban Penggandaan Uang, Jasad Siti yang dihanyutkan di Surabaya malah ditemukan di Garut, Jawa Barat. Kemudian oleh warga dimakamkan.

"Ditemukan masyarakat dan dimakamkan di Garut ini atas nama S," ujar dia.

Siti dibunuh karena meminta Aki mengembalikan hartanya. Karena kekayaan yang dijanjikan tak kunjung terjadi.

Kesal terus ditagih, Aki menjawab harta tersebut bisa diambil di daerah Mataram di Nusa Tenggara Barat (NTB). Namun ketika hendak berangkat, di Surabaya dia dibunuh.

"Siti ini nagih 'mana hasil penggandaan uangnya?', kemudian dibilang Wowon 'ambilnya di Mataram'. Karena diperintah oleh Wowon, dia (Noneng) mendorong Siti ke laut di Surabaya," tutur Trunoyudo. [eko]