Situasi COVID-19 masih terkendali meski dekati akhir tahun

·Bacaan 2 menit

Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan RI Siti Nadia Tarmizi menegaskan situasi pandemi COVID-19 di Indonesia terbilang masih terkendali meski sudah mendekati liburan Natal dan akhir tahun.

“Kita berharap tidak ada penambahan lagi pada akhir tahun atau awal tahun 2022. Tren yang baik ini harus kita pertahankan,” kata Nadia dalam Siaran Pers PPKM yang diikuti secara daring di Jakarta, Jumat.

Nadia menuturkan situasi yang masih terkendali hingga saat ini, dapat terlihat dari situasi secara nasional di mana terjadi penurunan kasus sebesar empat persen dengan total kasus mingguan adalah 1.401 kasus baru.

Baca juga: Sebelas kasus baru Omicron importasi dari empat negara

Penurunan juga terjadi pada jumlah kematian mingguan yakni sebesar empat persen bila dibandingkan dengan minggu sebelumnya.

Terkendalinya situasi saat ini, kata dia, juga dapat terlihat dari angka testing rate Indonesia yang dilakukan pada 5,01 per 1.000 penduduk per minggu, dengan positivity rate mingguan sebesar 0,1 persen. Dengan 34 provinsi terpantau turut memiliki angka positivity rate di bawah 2 persen.

“Penggunaan tempat perawatan COVID-19 termasuk ICU, juga dapat kita jaga dalam level aman,” kata Nadia.

Menurut Nadia, keterisian tempat tidur (BOR) di rumah sakit saat ini juga masih terkendali, karena 34 provinsi memiliki BOR di bawah 20 persen.

Setelah per tanggal 23 Desember 2021, Indonesia telah mencatat sebanyak 4.261.208 kasus positif COVID-19 dengan jumlah kematian yang mencapai 144.042 jiwa, serta kasus aktif pada 4.642 orang.

Nadia menegaskan, pemerintah akan terus mengupayakan kegiatan surveillance, pelacakan kontak dan tentunya vaksinasi untuk mewaspadai jika gelombang ketiga akan muncul seiring dengan meluasnya varian baru Omicron.

Walaupun pemerintah terus berupaya dan situasi terkendali, dia menyoroti masih terdapat kabupaten/kota yang tidak mematuhi protokol kesehatan seperti dalam penggunaan masker juga terlihat mengalami tren kenaikan kasus akibat adanya mobilitas yang tinggi. Padahal, sebentar lagi akan memasuki masa libur Natal dan tahun baru.

Oleh sebab itu, guna menjaga pandemi tetap terkendali dan mencegah penularan akibat Omicron, dia meminta semua pihak untuk terus disiplin menjalankan protokol kesehatan sekaligus segera melakukan vaksinasi supaya segera terbentuk kekebalan kelompok dalam menghadapi COVID-19.

“Mari saling mengingatkan betapa pentingnya penggunaan masker dan juga protokol kesehatan lainnya dalam mencegah penularan COVID-19,” tegas dia.

Baca juga: Kemenkes sebut terdapat 10 provinsi alami tren kenaikan kasus COVID-19
Baca juga: Kemenkes: 110 negara laporkan telah mendeteksi adanya Omicron
Baca juga: Pakar: Pengendalian COVID-19 harus tepat sasaran dan mudah dipahami

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel