Situasi Darurat, Perang Taiwan Vs China Bakal Meletus Saat Imlek?

Radhitya Andriansyah
·Bacaan 2 menit

VIVA – Angkatan Bersenjata Taiwan (ROC Armed Forces) menggelar latihan kesiapan tempur berskala besar, dimulai sejak Rabu 27 Januari 2021. Sejumlah alat utama sistem persenjataan sudah dikerahkan di Pelabuhan Zuoying Kaohsiung.

Dalam laporan yang dikutip VIVA Militer dari Taiwan News, Kementerian Pertahanan Republik China (Taiwan), memberi instruksi untuk menempatkan sejumlah alat utama sistem persenjataan (alutsista) di pelabuhan tersebut.

Sejumlah alutsista yang berstatus siaga diantaranya adalah unit radar seluler, peluncur rudal pertahanan udara dan kendaraan satelit.

Menurut laporan yang diperoleh dari Angkatan Bersenjata Taiwan, komponen antena unit radar seluler disiagakan karena memungkinkan untuk deteksi target musuh jarak jauh. Jika ada target musuh yang terbang di atas 1.000 meter, rada seluler ini akan mendeteksinya dalam jangkauan sejauh 130 mil, atau setara dengan 209,2 kilometer.

Dari pendeteksian tersebut, radar seluler kemudian akan mengirimkan informasi ke kendaraan komandi utama.

Di sisi lain, kendaraan peluncur rudal sudah dalam status siaga. Peluncur rudal ini akan menindak lanjuti situasi pasca informasi target musuh masuk dari radar seluler.

Latihan kesiapan tempur ini disinyalir adalah respons dari Kementerian Pertahanan Taiwan, untuk menghadapi setiap ancaman yang timbul. Meskipun akan segera datang perayaan Tahun Baru Imlek, Angkatan Bersenjata Taiwan senantiasa siap menghadapi kemungkinan terburuk.

VIVA Militer dalam berita Rabu 27 Agustus 2021 melaporkan, sejumlah armada tempur Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) dikabarkan telah memasuki zona pertahanan udara Taiwan.

Angkatan Udara Tentara Pembebasan Rakyat China (PLAAF) mengirim sejumlah jet tempur, pesawat pembom, hingga pesawat anti-kapal selam, sebagai bentuk tindakan atas pernyataan Presiden Amerika Serkat (AS) yang baru, Joe Biden. Beberapa waktu lalu, Biden menyatakan akan tetap mendukung Taiwan untuk mempertahankan wilayahnya.

Sementara itu, China tetap bersikeras untuk mencaplok Taiwan yang dianggap pemerintah Xi Jinping adalah bagian dari kedaulatannya. China juga kerap memperingatkan AS untuk tidak mencampuri urusan dalam negerinya.

China yang saat ini memiliki salah satu kekuatan militer terbesar di dunia, selalu mengancam AS akan merespons intervensinya dengan pengerahan armada tempurnya.