Situasi Memburuk, Evakuasi Warga Asing di Bandara Kabul Dihentikan

·Bacaan 2 menit

VIVA – Perdana Menteri Belgia Alexander De Croo mengatakan negaranya menghentikan operasi evakuasi Red Kite warganya, setelah sumber-sumber dari Amerika Serikat memberitahu pemerintah tentang ancaman serangan bom bunuh diri di sekitar bandara Kabul, Kamis 26 Agustus 2021.

De Croo saat konferensi pers mengatakan bahwa 1.400 orang lebih telah dievakuasi dari Kabul oleh otoritas Belgia. Penerbangan terakhir tiba di Islamabad, Pakistan pada Rabu malam.

"Pada Rabu siang situasinya memburuk secara drastis, kami mendapat informasi dari otoritas Amerika dan sumber lainnya bahwa serangan bom bunuh diri akan segera terjadi di area bandara dan akses melalui pintu gerbang akan semakin sulit dan akses di sejumlah titik menjadi tidak mungkin," ungkap De Croo.

Mayoritas dari 1.400 pengungsi adalah warga negara Belgia. Namun, negara berpenduduk 11 juta jiwa itu juga mengevakuasi warga atas nama negara lain seperti Belanda.

Sementara itu, dua pesawat penumpang militer Hongaria dan semua pasukannya yang terlibat dalam misi evakuasi telah meninggalkan Kabul, Afghanistan dan kembali ke negara itu dengan selamat, demikian pernyataan Kementerian Pertahanan Hongaria, Kamis.

Menteri Luar Negeri Peter Szijjarto pada Rabu mengatakan bahwa penerbangan evakuasi dari Afghanistan hampir berakhir setelah negara Eropa tengah itu menerbangkan 500 orang lebih dari Kabul.

Tekanan untuk menyelesaikan evakuasi ribuan warga asing dan warga Afghanistan yang membantu negara-negara Barat selama perang 20 tahun melawan Taliban telah meningkat, dan seluruh pasukan asing dijadwalkan meninggalkan bandara Kabul pekan depan.

AS dan para sekutunya mendesak warga agar menjauh dari bandara Kabul lantaran adanya ancaman serangan ISIS saat pasukan Negara Barat bergegas mengevakuasi sebanyak mungkin warga Afghanistan sebelum batas waktu 31 Agustus.

Kepala angkatan bersenjata Hongaria akan menggelar konferensi pers mengenai evakuasi tersebut pada pukul 0700 GMT (14.00 WIB).

Hongaria menentang migrasi luar biasa ke Eropa dan menolak rencana apa pun untuk mengakomodasi sejumlah besar pengungsi Afghanistan.

Otoritas mengaku hanya akan mengevakuasi orang-orang yang nyawanya terancam karena mendukung kehadiran NATO di Afghanistan. (Ant/Antara)

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel