Situs Gunung Padang Lebih Luas dari Borobudur

Cianjur (ANTARA)- Luas Situs Megalit Gunung Padang, di Kecamatan Campaka, Cianjur, Jabar, diyakini 10 kali lebih luas dari Candi Borobudur, di Jawa Tengah, kata Arkeolog Ali Akbar, tim terpadu penelitian mandiri Gunung Padang, Minggu.

Dia mengatakan keyakinan itu, berdasarkan hasil setelah dibukanya struktur di bagian timur situs tersebut.

Dia menjelaskan, pihaknya menemukan 20 lebih terasering yang menjadi bagain dari konstruksi Gunung Padang saat ini. Teras sering itu, diperkirakan terus memanjang hingga 200 meter lebih dari konstruksi punden berundak, tersusun dengan rapih.

"Hingga saat ini, kami telah mencapai jarak seratus meter keberadaan teras sering di bagian timur, hingga utara secara melingkar. Ini 10 kali lebih luas dari Borobudur," katanya.

Sedangkan untuk struktur di bagian selatan, tim mendapatkan kesulitan karena dibagian selatan, kondisi teras-teras yang ditemukan, telah berantakan diduga akibat bencana besar dimasa lalu yang menyebabkan konstruksinya longsor dan hancur. Namun tim masih menemukan sisa struktur berupa bagian teras kecil.

Untuk eskavasai dibagian barat, tim terkendala tumpukan tanah akibat longsor dari bukit yang ada disebelahnya. Di sebelah barat ini, tumpukan tanah diperkirakan jauh lebih tebal dibanding di wilayah timur dan selatan. Untuk wilayah ini tim hanya menyusuri struktur dari permukaan.

"Dari setiap sudut ditemukan beberapa tangga yang diduga jalan untuk masuk ke puncak punden berundak yang diperkuat adanya mata air disetiap gerbangnnya. Paling kuat mengenai pintu masuk kebagain dalam perut situs dan jalur yang memungkin dari bagian timur," tuturnya.

Sehingga berbagai langkah dan metode terus dilakukan kelompok kecil arkelog yang masih bekerja di sekitar kawasan itu dengan memfokuskan riset di wilayah timur. (ar)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.