Situs kontak jodoh rawan pelecehan

MERDEKA.COM, Situs kontak jodoh atau kencan belakangan marak ditemui di internet. Hal ini bahkan menjadi satu fenomena tersendiri.

Mereka yang memilih menjadi anggota dalam web situs jodoh ternyata bukan karena tak memiliki kekasih saja. Sebagian besar yang mendaftarkan diri malah yang sudah mempunyai pasangan.

Sebenarnya, jika niat seseorang ikut mendaftar dalam situs kontak jodoh untuk mencari pasangan hidup bisa dikatakan sedikit berbahaya. Sebab, tahap awal kita hanya melihat lawan jenis itu dari akun keanggotaannya saja. Sedangkan untuk mencari calon pendamping hendaknya kita mengenal seperti apa calon kita dan bibit, bebet serta bobotnya. Hal itu karena kita tidak ingin salah memilih teman hidup.

Meski demikian, tetap saja akun ini banyak peminatnya. Tak hanya itu, terkadang akun-akun seperti ini juga bisa berujung pada aksi kriminalitas dan pelecehan. Terutama bagi kaum wanita.

Kepada merdeka.com, seorang wanita bernama Dira (bukan nama sebenarnya) berbagi kisah soal pengalamannya menggunakan situs mencari teman www.badoo.com. Dira mengaku awal mula dirinya ikut membuat akun di situs kencan itu hanya keisengan semata.

"Di situs itu kita mengisi form biodata kita secara detail, foto, nama, keluarga, warna bola mata, warna kulit tak lupa kriteria pesangan yang kita cari," kata Dira saat berbincang santai, Minggu (24/11).

Dira mulai aktif di web itu sejak tahun 2011 sampai awal 2012 kemarin. Di situs itu, ketika kita membuat akun secara otomatis orang lain bisa melihat satu sama lain. Nah, nantinya jika ada seseorang merasa kriteria sepertinya ada dalam salah satu akun, maka dia bisa langsung mengirim pesan pada orang tersebut dan melakukan komunikasi intens.

"Nah bedanya sama situs pertemanan seperti facebook, akun kita di sini itu bukan untuk cari banyak-banyak follower. Tapi mereka yang mendekati kriteria saja yang biasanya mengajak kita saling berkirim pesan," jelasnya.

Satu tahun aktif di badoo.com, rupanya Dira punya tiga teman pria yang menjalin komunikasi intens. Ketiga-tiganya warga negara asing, dua dari Inggris dan satu dari Australia.

"Ya ngobrol dan belum berniat kopi darat karena semuanya ada di luar negeri," tambah Dira.

Nah satu hari, Dira mengalami kejadian yang membuatnya kapok bermain dalam situs-situs kontak jodoh. Karena tidak ada privasi antara anggota dalam situs ini, tiba-tiba akunnya mendapatkan pesan dari seorang pria berkewagarnegaraan Arab Saudi. Betapa kagetnya dia, pesan yang dikirimkan pria itu ternyata melecehkan dirinya.

"Dalam pesannya di pria itu bilang kalau dia telah mengambil foto saya untuk kebutuhan sex dia. Sejak itu saya kapok," kelakarnya.

Menurut Ketua MUI Amidhan, hal yang seperti ini bergantung pada individu masing-masing. Sebab, suka tidak suka kemajuan zaman dan teknologi telah menghasilkan berbagai hal-hal baru.

"Ya kalau cuma mau cari informasi di situs kontak jodoh ya silakan. Tapi harus hati-haiti, karena banyak penipuan. Nah untuk yang benar-benar mencari jodoh serius saya sarankan ya sebaiknya jangan," kata Amidhan.

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.