Sjarief Hasan Sampaikan Pentingnya Eratkan Tali Silaturahmi Demi Jaga Persatuan

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Wakil Ketua MPR RI Sjariefudin Hasan mengajak masyarakat untuk selalu menyambung tali silaturahim. Hal itu disampaikannya dihadapan keluarga besar Yayasan Pelataran Pakujajar Sipatahunan, Kota Bogor Jawa Barat.

Sjarief Hasan mengatakan bahwa di tengah pandemi Covid-19 seperti sekarang perlu mengeratkan hubungan persaudaraan dan kekeluargaan. Tujuannya agar setiap persoalan yang datang bisa dihadapi bersama dan bergotong-royong.

Silaturahmi, kata Sjarief Hasan juga sangat dianjurkan oleh ajaran agama. Bahkan, orang yang rajin bersilaturahim dipercaya akan dilancarkan rezeki dan dipanjangkan usianya.

"Saat ini kita masih dalam pandemi Covid-19. Kita tidak hanya menghadapi ancaman penyakit, tapi juga masalah sosial dan ekonomi. Karena itu mari tingkatkan persatuan dan kesatuan dengan meningkatkan tali silaturahim," kata Sjarief Hasan dalam acara Sosialisasi Empat Pilar MPR di Sekretariat Yayasan Pelataran Pakujajar Sipatahunan, Bogor, Selasa (17/11)

Acara itu dihadiri oleh Majelis Presidium Keraton Nusantara dan Penasihat Yayasan Pelataran Pakujajar Sipatahunan Ully Sigar Rusady. Juga Ketua Yayasan Pelataran Pakujajar Sipatahunan Wibarata Arifin.

Terkait wacana amandemen Undang-Undang Dasar (UUD) Negara Republik Indonesia (NRI) Tahun 1945, Sjarief Hasan mengemukakan bahwa MPR tidak akan tergesa-gesa untuk membuat keputusan. MPR akan meminta pendapat dan masukan dari seluruh rakyat Indonesia, apakah amandemen UUD NRI 1945, itu diperlukan atau tidak.

"Kami akan dengarkan pendapat dan masukan masyarakat. Kami akan sangat berhati-hati sebelum mengambil keputusan apakah UUD NRI 1945 perlu diubah atau tidak. Intinya, apakah amandemen itu dilakukan atau tidak, kami akan mengembalikannya kepada masyarakat," kata Sjarief Hasan lagi.

Karena itu, menurut Sjarief Hasan dirinya terus berkeliling keluar masuk perguruan tinggi, untuk meminta pendapat, saran dan masukan dari kalangan kampus. Ini penting, agar keputusan yang diambil sesuai dengan hati nurani dan pemikiran seluruh rakyat Indonesia.

Sebelumnya Majelis Presidium Keraton Nusantara Ully Sigar Rusady mengajak warga masyarakat untuk terus menjaga dan melestarikan seni budaya daerah. Jangan sampai, seni budaya warisan leluhur itu musnah ditelan waktu.

"Banyak seni budaya asing yang hendak masuk ke Indonesia, namun tidak semuanya sesuai dengan kepribadian kita. Agar seni budaya kita tidak terpinggirkan, maka kita harus menjaga seni budaya kita tetap utuh dan dicintai generasi muda," kata Ully Sigar.

(*)