Skandal Olahraga, Akhir Kisah Si Monster Seks Pelatih Senam Amerika

Robbi Yanto
·Bacaan 2 menit

VIVA – Seorang mantan pelatih senam Olimpiade Amerika Serikat, John Geddert ditemukan tewas beberapa jam setelah dia didakwa melakukan pelecehan seksual dan perdagangan manusia.

Jaksa Agung Michigan mengkonfirmasi kematian John Geddert, beberapa jam setelah menguraikan 24 dakwaan terhadapnya pada Kamis, 25 Februari 2021, waktu setempat.

Geddert adalah Kepala Pelatih senam perempuan Amerika di Olimipade London 2012. Kehebatannya mencetak pesenam hebat Amerika berbuah emas.

Kasus ini bermula ketika Geddert mengelola klub olaharaga senam Twistars USA. Klub itu ditujukan untuk mencetak atlet-atlet kelas atas, dimana Larry Nassar, dokter olahraga yang juga terlibat dalam kasus asusila perkosaan.

Nassar telah dijatuhi hukuman hingga 300 tahun penjara pada 2018 karena dinyatakan bersalah melecehkan lebih dari 250 gadis dari posisinya.

Setelah didakwa. Geddert diminta menyerahkan diri pada Kamis sore tetapi dirinya tidak pernah datang.

"Kami diberitahu bahwa jenazah John Geddert ditemukan sore ini setelah bunuh diri. Ini adalah akhir tragis dari kisah tragis bagi semua orang yang terlibat," kata Jaksa Agung Michigan Dana Nessel dalam sebuah pernyataan, dikutip BBC.

Sebelumnya, Nessel telah mengumumkan 24 dakwaan terpisah terhadap Geddert yang berfokus pada berbagai tindakan pelecehan verbal, fisik dan seksual yang dilakukan terhadap banyak wanita muda.

Dua dakwaan melibatkan dugaan pelecehan seksual terhadap seorang gadis berusia antara 13 dan 16 tahun.

Dia juga menghadapi 14 dakwaan perdagangan manusia karena diduga menjadikan para atletnya berlatih dengan paksaan atau berlatih dalam kondisi ekstrim yang menyebabkan mereka menderita cedera parah.

“Geddert mengabaikan luka-luka para korban dan menggunakan paksaan, intimidasi, ancaman dan kekerasan fisik untuk membuat mereka melakukan standar yang dia harapkan," ucap Nessel.

Sara Teristi seorang korban yang juga merupakan atlet senam menyebut kematian Geddert adalah luka bagi seluruh korban.

"Saya bersyukur bahwa para penyintas tidak harus menjalani persidangan yang panjang dan menyakitkan,” ucapnya.

“Tetapi saya sedih bahwa kesempatan untuk melihat keadilan telah dicuri dari kami, Kami pantas mendapatkan yang lebih baik," tegasnya.

Mau tahu skandal yang menyeret para atlet dunia lainnya? Skandal Olahraga akan hadir setiap harinya. Simak terus di VIVA.co.id.