Skandal Olahraga, Balapan F1 Paling Hina dan Mengerikan dalam Sejarah

Robbi Yanto
·Bacaan 3 menit

VIVA – Skandal olahraga yang mengguncang dunia pernah terjadi di Formula 1 (F1) GP Singapura pada 2008 silam. "Crashgate" begitulah skandal terbesar itu disebut.

Skandal paling hina dan mengerikan yang terjadi dalam sejarah F1. Bagaimana bisa, seorang pembalap mempertaruhkan nyawanya untuk kemenangan rekan satu tim

Pembalap itu adalah dari tim Renault, Nelson Piquet Jr. Putra dari juara dunia 3 kali F1, Nelson Piquet itu mengami crash, menabrak dinding pada tikungan ke-17 di lap ke-14.

Insiden itu menyebabkan safety car keluar kandang dan memberi jalan untuk pembalap utama Renault, Fernando Alonso menempati podium pertama di Marina Bay di depan Nico Rosberg dan Lewis Hamilton.

Setahun kemudian atau tepatnya 3 Agustus, tak lama setelah Grand Prix Hongaria 2009, Piquet dipecat oleh Renault. Dari sinilah skandal paling hina di sejarah F1 itu terbongkar.

Piquet membongkar aib timnya. Dia mengatakan kecelakaan yang dialaminya adalah settingan dan strategi kotor bos tim Renault, Flavio Briatore, dan juga kepala mekaniknya, Pat Symonds

"Bos Symonds, di hadapan bos Briatore, bertanya kepada saya apakah saya bersedia mengorbankan balapan saya untuk tim,” kata Piquet dikutip Daily Mail.

"Saya menyetujui proposal ini dan menyebabkan mobil saya menabrak dinding dan kecelakaan di lap 13/14," sambungnya.

Pernyataan Piquet membuat gempar dan FIA melakukan penyelidikan mengenai kecelakaan itu. Kemudian, FIA memutuskan hukuman larangan tampil seumur hidup kepada Piquet, Symonds dan Briatore di seluruh ajang balap yang berafiliasi dengan FIA.

Namun, pada akhirnya, hukuman mereka diputihkan pada 2012. Meski demikian, nasi telah jadi bubur. Nama Piquet telah tercoreng karena kejujurannya tang terlambat.

Pengakuan itu secara tidak langsung membunuh kariernya sendiri. Tidak ada lagi tim yang mau memakai jasanya, atau dalam tanda kutip Piquet di- black list sebagai pembalap.

Karier anak legenda F1 ini hancur karena crashgate. Mungkin, tim-tim balap F1 takut merekrut Piquet jika nanti aib mereka dibongkar. Bagi Renault, mereka harus ditinggal beberapa sponsornya seperti ING dan Mutua Madrilena

Sementara Alonso menjadi satu-satunya orang di tim Renault yang tanpa dosa. Dia dibebaskan oleh FIA dari keterlibatan apa pun, meskipun banyak orang-orang di F1 percaya dia pasti tahu insiden itu.

BBC melansir, Presiden FIFA saat itu Max Mosley telah menggandeng mantan kepala detektif berpengalaman dari Skotlandia dan pengacara yang sangat berpengalaman untuk menanyai Alonso.

Alonso sendiri menyebut, terlepas dari insiden itu dia menilai layak menjadi pemenang. "Saya pikir itu interpretasi. Ada banyak interpretasi tentang bagaimana Anda bisa memenangkan balapan. Kecelakaan terjadi di awal balapan dan mobil saya berkinerja baik, saya tidak membuat kesalahan dan itu pantas saya dapatkan," ucapnya.

Alonso terus membalap di Formula 1, namun dia gagal memanfaatkan kesuksesan di awal kariernya. Pada 2018, pembalap asal Spanyol itu memutuskan pensiun. Tim F1 terakhir yang diperkuatnya adalah McLaren.

Usai pensiun, peraih 32 kemenangan di atas podium di F1 ini sempat menjajal beberapa arena balapan lainnya seperti 24 Hours of Le Mans (2018), FIA World Endurance Championship (2018/2019), IndyCar Series (2019), serta Dakar Rally (2020).

Pada Juli 2020, Alonso kembali mengguncang dunia. Dia mengumumkan resmi kembali ke balapan Formula 1 (F1) untuk musim 2021 dengan memperkuat Renault.

Mau tahu skandal yang menyeret para atlet dunia lainnya? Skandal Olahraga akan hadir setiap harinya. Simak terus di VIVA.co.id.