Skandal Olahraga, Gol Hantu Bantu Timnas Inggris Juara Piala Dunia

Luzman Rifqi Karami
·Bacaan 2 menit

VIVA – Polemik mengenai gol hantu tengah menjadi perbincangan publik dalam beberapa hari terakhir. Kapten Timnas Inggris, Cristiano Ronaldo meradang karena golnya ke gawang Serbia di Kualifikasi Piala Dunia 2022 tidak disahkan wasit.

Ronaldo sukses membobol gawang Serbia di menit ke-90. Andai dinyatakan masuk, itu menjadi penentu kemenangan Portugal karena skor sebelumnya masih 2-2.

Sayangnya wasit tidak menganggap itu sebagai gol. Bola berhasil disapu pemain Serbia, padahal dari tayangan ulang, tampak sudah melewati garis.

Bicara mengenai gol hantu, Timnas Inggris pernah mengalaminya. Bahkan gol hantu "berjasa" terhadap satu-satunya gelar internasional yang diraih The Three Lions.

Stadion Wembley, 30 Juli 1966, Inggris berhadapan dengan Timnas Jerman Barat di partai final Piala Dunia. Laga berlangsung dengan sengit. Skor imbang 2-2 bertahan di waktu normal 2x45 menit.

Di babak tambahan, tepatnya di menit ke-101, striker Inggris Geoff Hurst melepaskan tendangan jarak dekat ke gawang Jerman Barat. Bola mengenai mistar gawang sebelum dibuang para pemain belakang lawan.

Para pemain Inggris tiba-tiba saja merayakan gol, yang membuat wasit Gottfried Dienst kebingungan. Setelah berkosultasi dengan asisten wasit, Tofiq Bahramov, gol tersebut disahkan. Inggris akhirnya menang 4-2 dan menjadi satu-satunya gelar Piala Dunia yang diraih The Three Lions hingga saat ini.

Tetap Kontroversi
Hingga saat ini, gol hantu Geoff Hurst tersebut masih menjadi kontroversi. Meski melihat tayangan ulang, bola bergulir dengan sangat cepat dan tak jelas apakah sudah melewati garis gawang atau belum.

Terkait hal tersebut, Hurst sempat berbicara setahun yang lalu. Pria 79 tahun tetap bersikukuh gol tersebut layak disahkan.

"Mereka tak bisa mengambil gol itu sekarang. Itu tercatat dalam buku sejarah," kata Hurst dilansir The Telegraph.

Studi modern menggunakan analisis film dan simulasi komputer menunjukkan bola tak sepenuhnya melewati garis gawang, baru 97 persen.

Bahkan, publik Jerman berspekulasi jika gol hantu tersebut terjadi karena "dendam" hakim garis Uni Soviet. Uni Soviet disingkirkan Jerman Barat di semifinal Piala Dunia 1966.

Pendapat berbeda justru dilontarkan para penggawa Inggris. Eks bek Inggris, Jamie Carragher yang kini menjadi komentator menyebut gol tersebut layak disahkan wasit.

"Hakim garis sudah benar. Dia mungkin tidak berada dalam posisi bagus, namun ini terbukti selamanya," kata Carragher dilansir Sky Sports.

Yang jelas, gelar Piala Dunia 1966 menjadi satu-satunya gelar yang dirah Timnas Inggris. The Three Lions belum pernah menjuarai Piala Eropa. Ini tentunya sangat ironis mengingat mereka memiliki liga paling bergengsi di dunia, Premier League.

Mau tahu skandal yang menyeret para atlet dunia lainnya? Skandal Olahraga akan hadir setiap harinya. Simak terus di VIVA.co.id