Skandal Olahraga, Gol Hantu Panaskan Duel Persija Vs Persib

Luzman Rifqi Karami
·Bacaan 3 menit

VIVA – Partai panas bakal tersaji di leg 1 final Piala Menpora malam hari ini, Kamis 22 April 2021 di Stadion Maguwoharjo, Sleman. Ada partai klasik antara Persija Jakarta melawan Persib Bandung.

Setelah itu, dua seteru tersebut bakal kembali bertemu, Minggu 25 April 2021. Kali ini, duel berlangsung di Stadion Manahan Solo.

Bicara mengenai duel di Manahan, ada laga panas Persija vs Persib yang berlangsung di sini pada 3 November 2017 silam. Dalam laga Liga 1 tersebut, Persija dianggap menang WO 3-0 karena Persib enggan melanjutkan permainan.

Persib sangat kecewa dengan kepemimpinan wasit asal Australia, Shaun Robert Evans. Mereka dirugikan karena tragedi gol hantu.

Di menit 29, Ezechiel N'Douassel melepaskan sundulan. Bola tampak jelas sudah melewati garis gawang dan menyentuh jaring atas gawang Persija yang dikawal Andritany Ardhiyasa. Akan tetapi, Shaun tidak melihatnya.

Saat itu, Persib masih melanjutkan permainan. Persija unggul di menit 76. Bruno Lopes membobol gawang Muhammad Natshir melalui titik putih. Hadiah penalti diterima Persija karena Shaun menilai Achmad Jufriyanto melakukan pelanggaran terhadap Bruno.

Tertinggal satu gol, Persib gantian menekan Persija. Namun, mereka justru harus bermain dengan 10 orang pada menit 83. Vladimir Vujovic dikartu merah oleh Shaun karena melakukan protes.

Tak terima dirugikan oleh wasit, manajer Persib, Umuh Muchtar, meminta para pemain menepi. Dia memutuskan Maung Bandung untuk berhenti bermain. Shaun pun lantas meniupkan peluit panjang pada menit 83.

Persib Protes Gol Hantu
Umuh Muchtar menjadi sosok yang paling berang dengan keputusan wasit. Terutama gol yang dicetak Ezechiel yang tak disahkan wasit.

"Kenapa saya melakukan hal itu bisa melihat dari rekaman. Jangan sampai sembarangan menghukum ya. Kita akan protes yang 100 persen gol itu pula," kata Umuh.

Atas kejadian itu, ia pun menilai wasit asing asal Australia itu kinerja kepemimpinan di lapangannya lebih buruk daripada daripada wasit lokal.

"Wasit lokal tidak pernah kejadian seperti itu. Lokal walaupun ada apa-apa tidak akan berani mengambil keputusan seperti itu," ucapnya.

Kubu Persija juga mengakui jika gol Ezechiel tersebut sah. Seperti yang diungkapkan kiper Persija, Andritany Ardhiyasa.

Bahkan, Andritany mengatakan itu gol kepada Ezechiel juga saat pertandingan. Namun, wasit telah mengambil keputusan bahwa itu bukan gol untuk Persib.

"Dan setelah itu, pada saat pemain Persib mempertanyakan keputusan wasit, apa ada satu pemain dari Persija membantah bahwa bola tersebut tidak gol? Ezechiel N'Douassel saat itu bertanya kepada saya, 'goalkeeper, ball, it's goal?' Saya menjawab 'goal, but referee have decision.' Apa yang saya katakan jujur kepada pemain tersebut," papar Andritany.

Usai pertandingan, dia mengakui banyak komentar di akun media sosial mengapa tidak jujur kepada wasit. Namun, Andritany menilai semua kiper pasti akan melakukan hal yang sama dengannya dan kejujuran terkadang tak diperlukan saat pertandingan.

"Saya rasa semua kiper di dunia akan bereaksi sama seperti saya. Mari kita berbicara, dan saya ingin membawa para pembaca mengingat kejadian Piala Dunia 2010 Afrika Selatan ketika Inggris melawan Jerman, apa yang dilakukan Manuel Neuer? Ketika itu tendangan Frank Lampard sudah melewati garis," ujarnya.

"Jadi misalkan semua pemain harus jujur, ketika membuat pelanggaran, handsball, offside, dan semua pemain bisa menyatakan jujur di dalam pertandingan, menurut saya sepakbola sudah tidak butuh lagi orang seperti Pierluigi Collina. Karena semua pemain sudah jujur, dan paham dengan peraturan," imbuh Andritany.

Mau tahu skandal yang menyeret para atlet dunia lainnya? Skandal Olahraga akan hadir setiap harinya. Simak terus di VIVA.co.id.