Skandal Olahraga, Keganasan Floyd Mayweather di Tengah Bayangan Doping

Robbi Yanto
·Bacaan 2 menit

VIVA – Siapa yang tak kenal dengan petinju legendaris Amerika Serikat, Floyd Mayweather. Ganas di atas ring dan glamor dalam kehidupan sehari-hari.

Mayweather baru-baru ini mengejutkan pecinta tinju dunia. Dia mengumumkan kembali naik ring dan akan menghadapi Youtuber Logan Paul pada Februari 2021 mendatang.

Jika dilihat kasat mata, Mayweather diprediksi akan mudah menjalani laga ini. Bukan tanpa alasan, Mayweather merupakan salah satu petinju terbaik di dunia.

Sepanjang kariernya, pada 1996-2017 Mayweather tak terkalahkan dengan mencatatkan rekor pertarungan sempurna 50-0.

Pertarungan profesional terakhirnya terjadi pada tahun 2017 saat menghadapi mantan bintang MMA Irlandia, Conor McGregor. Mayweather berhasil menang di ronde ke-10.

Mayweather juga berhasil menyabet gelar juara tinju dunia kelas super bulu WBC, welter IBF, WBA dan kelas welter super WBA, WBC.

Namun terlepas dari rekor dan capaian yang mentereng itu, Mayweather pernah tersangkut skandal. Pada 2015 silam, Mayweather terbukti melakukan doping.

Dia menyuntikkan saline (garam) dan sejumlah vitamin yang terlarang menurut daftar Badan Antidoping Dunia (WADA) sebelum bertanding melawan Manny Pacquiao di Las Vegas, Amerika Serikat, 2 Mei 2015.

Mayweather sempat menerima pembebasan dari USADA (Badan Antidoping Amerika Serikat). Tapi, Direktur Eksekutif Komisi Atletik Nevada, Bob Bennet, mengatakan USADA tak memiliki otoritas memberikan pengecualian.

Hanya Komisi Atletik Nevada yang dapat memberikan pengecualian. Melansir SB Nation, USADA, yang dikontrak oleh Mayweather dan Pacquiao melakukan tes doping secara random menjelang pertarungan.

USADA telah mengirimkan sejumlah agennya ke rumah Mayweather di Las Vegas untuk mengetes. Namun, laporan tersebut dipublikasikan sehari sebelum konferensi pers akhir Mayweather melawan Andre Berto berlangsung 12 September 2015.

Mayweather dengan tegas membantah tuduhan itu. Dia menegaskan tidak melanggar pedoman USADA atau Nevada dan bahwa dia selalu mengikuti aturan mereka.

"Jangan lupa aku adalah orang yang bersikeras mengangkat tingkat pengujian obat untuk semua perkelahianku. Sehingga, ada pengujian obat yang lebih ketat. Aku sangat bangga menjadi atlet yang bersih dan akan terus juara," ucapnya.

Dalam pertarungan melawan Pacquiao, Mayweather Jr menang angka mutlak dan berhasil mempertahankan statusnya sebagai raja tinju kelas welter belum terkalahkan.

Sementara itu, Andre Berto yang dihebohkan dengan isu Mayweather menggunakan obat mengaku tidak percaya. Meski dalam pertarungan ia kalah, namun dia menyebut performa Mayweather memang terbilang luar biasa.

"Ketika itu, saya hanya fokus pada pertarungan. Ya, saya mendengar banyak tentang hal ini, dan saya pikir dia harus menghadapinya," kata Berto, dikutip Boxing Scene.

"Anda tak melihat banyak petinju 38 atau bahkan 35 tahun bisa setangguh dia. Tapi, dia benar-benar tangguh di usia tersebut," sambungnya.

Mau tahu skandal yang menyeret para atlet dunia lainnya? Skandal Olahraga akan hadir setiap harinya. Simak terus di VIVA.co.id.