Skandal Olahraga, Kengerian Seks Liar Musuh Michael Jordan

Robbi Yanto
·Bacaan 2 menit

VIVA – Pecinta Basket NBA era 1980-1990 tentu sudah tidak asing dengan nama Isiah Thomas. Legenda basket Amerika itu pernah bermain untuk Detroit Pistons.

Pemilik nama lengkap Isiah Lord Thomas III itu memulai debut profesionalnya pada 1981. Pemain berposisi point guard itu 12 kali masuk dalam NBA All Star.

Isiah Thomas juga termasuk dalam daftar 50 Greatest Players in NBA History dan tercatat di dalam Naismith Memorial Basketball Hall of Fame.

Melansir NBA, bersama Johnson, Oscar Robertson, dan John Stockton dari Utah, Thomas menjadi pemain keempat dalam sejarah NBA yang mengumpulkan lebih dari 9.000 assist.

Sebanyak 13,9 assist per game pada 1984-85 menetapkannya dalam rekor NBA untuk rata-rata tertinggi yang pernah ada dalam satu musim, sampai Stockton mengunggulinya dengan 14,5 pada 1989-90.

Ketangguhan dan kengototan Isiah Thomas di lapangan sukses membuat lawan-lawannya frustarasi. Salah satunya adalah Legenda Chicago Bulls, Michael Jordan.

Isiah Thomas bahkan sempat disebut bajingan oleh Jordan usai pertandingan Pistons kontra Bulls di final NBA Wilayah Timur pada 1991.

Jordan menganggap Isiah Thomas dan rekan-rekannya tidak sportif. Pistons meninggalkan lapangan dan tidak berjabat tangan dengan pemain Bulls yang berhasil memenangkan laga.

Kebencian Jordan pada Isiah Thomas bahkan masih terjaga hingga saat ini. Hal itu terungkap dalam film The Last Dance yang rilis pada April tahun lalu. "Oh, aku benci mereka dan kebencian itu terjadi bahkan sampai saat ini," ucap Jordan.

Isiah Thomas, selain menjadi musuh Jordan, namanya juga pernah mengguncangkan publik basket NBA. Dia pernah terjerat masalah hukum karena gugatan pelecehan seksual.

Momen itu terjadi pada Januari 2006 silam. Isiah Thomas yang saat itu menjabat sebagai presiden operasional New York Knicks dinyatakan bersalah dalam kasus pelecehan seksual.

Isiah Thomas melakukan pelecehan seksual kepada perempuan bernama Anucha Browne Sanders, seorang eksekutif marketing di Knicks.

Kasus ini bermula saat Browne Sanders dipecat dari jabatannya. Dia menuduh pemecatannya karena telah mengeluh mendapatkan perlakukan tidak senonoh dari Thomas.

Browne Sanders menuduh Thomas melakukan kekerasan seksual serta beberapa kali mengeluarkan kata-kata yang menghinanya.

Thomas membantah tuduhan itu, meskipun dia mengakui bahwa pada satu kesempatan dia mencoba mencium pipi Browne Sanders namun ditolak.

"Saya tidak bersalah, sangat tidak bersalah. Saya tidak melakukan hal-hal yang dituduhkan (Browne Sanders). Saya sangat kecewa karena juri tidak melihat fakta-fakta dalam kasus ini," kata Thomas, dikutip Yahoo Sport.

Dalam persidangan 2007, hakim menyatakan Thomas bersalah dalam kasus itu. Namun, Thomas tidak dijatuhi hukuman.

Yang dijatuhi hukuman justru Knicks dan presiden tim saat itu, James Dolan. Knicks didenda US$ 8,6 juta dan Dolan dipaksa membayar US$ 3 juta karena membiarkan lingkungan kerja yang tidak menyenangkan dan pembalasan kepada Browne.

Mau tahu skandal yang menyeret para atlet dunia lainnya? Skandal Olahraga akan hadir setiap harinya. Simak terus di VIVA.co.id.