Skandal Olahraga, Timnas Denmark dan Swedia Main Mata Depak Italia

Luzman Rifqi Karami
·Bacaan 3 menit

VIVAPiala Eropa 2004 yang berlangsung di Portugal penuh dengan kejutan. Timnas Yunani yang sama sekali tak diunggulkan tiba-tiba bisa keluar sebagai juara.

Yunani mengalahkan tuan rumah Portugal 1-0 dalam laga final di Estadio da Luz, Lisbon pada 4 Juli 2004. Itu menjadi satu-satunya gelar internasional Yunani hingga saat ini.

Selain itu, masih banyak kejutan lain di Piala Eropa 2004 Tiga tim unggulan, yakni Timnas Italia, Spanyol, dan Jerman gagal lolos dari babak penyisihan grup.

Namun, di antara tim-tim tersebut, yang paling disorot adalah kegagalan Italia. Timnas Denmark dan Timnas Swedia dituding main mata demi menyingkirkan Gli Azzurri. Apalagi, dua negara tersebut bertetangga, sama-sama di wilayah Skandinavia.

Posisi Italia kritis usai melakoni dua laga di grup C dengan 2 poin dari 2 laga. Sementara itu, Denmark dan Swedia yang akan berhadapan di partai pamungkas sudah mengumpulkan 4 poin.

Situasi ini memungkinkan tiga tim sama-sama mengumpulkan 5 poin dan menggunakan aturan head to head. Swedia bermain imbang 1-1 dengan Italia, sedangkan Denmark imbang 0-0 dengan Gli Azzurri. Dengan demikian, jika Swedia dan Denmark bermain imbang 2-2 ke atas, Italia dipastikan tersingkir, apapun skor melawan Bulgaria.

Kontroversi Skor 2-2
Apa yang ditakutkan Italia ternyata benar-benar terjadi. Denmark dan Swedia bermain imbang 2-2 di Estádio do Bessa, Porto, 22 Juni 2004. Denmark sempat unggul lewat Jon Dahl Tomasson di menit 28, lalu disamakan Henrik Larsson lewat titik penalti di menit 47.

Tomasson kembali membawa Denmark unggul (66'). Namun, Mattias Jonson (89') menyamakan kedudukan jelang laga berakhir. Denmark dan Swedia sama-sama lolos ke perempat final, Italia angkat koper.

Yang bikin aneh, sebelum pertandingan berakhir, banyak suporter Denmark dan Swedia yang membentangkan banner bertuliskan skor 2-2. Seolah sudah tahu skor tersebut bakal terjadi.

denmark
denmark

Dalam pertandingan yang digelar bersamaan di Estádio D. Afonso Henriques,, Italia mampu menekuk Bulgaria 2-1. Antonio Cassano memastikan kemenangan Gli Azzurri di masa injury time. Namun, hasil ini menjadi percuma setelah Denmark bermain 2-2 dengan Swedia. Saking kesalnya, Cassano sampai menendang botol minuman usai laga berakhir.

Meskipun demikian, hingga kini anggapan main mata tersebut tak bisa dibuktikan. Bahkan, salah satu penggawa Denmark, Thomas Helveg membantahnya.

"Itu pertandingan yang fair. Kami ingin menyingkirkan Swedia, karena persaingan berabad-abad di antara kedua negara. Saya mengerti ada kecurigaan Italia, namun tak adil melihat apa yang terjadi," tutur Helveg pada La Gazzetta dello Sport.

"Dapatkah Anda bayangkan bagaimana tekanan yang diterima saya, Martin Jorgensen dan Jon Dahl Tommason? Kami bermain di Italia dan ingin Denmark lolos. Namun kami juga menyadari ada kontroversi ketika kami kembali dan terjadi hasil imbang."

"Kami seolah-olah merasa ada dalam pengadilan," tutur pria yang sempat memperkuat AC Milan dan Inter Milan itu.

UEFA mengganggap tak ada yang mencurigakan dalam pertandingan tersebut. Itu membuat tak ada investigasi.

Namun, Denmark dan Swedia langsung tersingkir di perempatfinal. Denmark dihajar Republik Ceko 0-3. Sedangkan Swedia takluk 4-5 (0-0) lewat adu penalti saat melawan Belanda.

Mau tahu skandal yang menyeret para atlet dunia lainnya? Skandal Olahraga akan hadir setiap harinya. Simak terus di VIVA.co.id.