Skandal 'Uang Persahabatan': Anas Urbaningrum: Saya Kurang Happy

INILAH.COM, Jakarta- Ketua Umum Partai Demokrat (PD) Anas Urbaningrum kecewa dikait-kaitkan dengan dugaan pemberian 'uang persahabatan' dari  Bendahara Umum PD, Nazaruddin kepada Sekjen Mahkamah Konstitusi (MK), Janedjri M Ghaffar sebesar SGD 120 ribu.
 
"Terus terang saya kurang happy kalau hal yang tidak terkait lantas dikait-kaitkan. Publik bisa salah mencerna dan saya yang bisa dirugikan," sesal Anas melalui pesan singkatnya yang diterima INILAH.COM, Minggu (22/5/2011) malam.
 
Hal itu disampaikan Anas menanggapi pernyataan Ketua MK, Mahfud MD saat diwawancari Metro TV secara live, Minggu. Mahfud dalam pernyataannya mengungkapkan  Anas Urbaningrum turut hadir dalam sebuah pertemuan dengan Nazaruddin dan Janedjri di sebuah restoran. "Anas itu adik saya, saya minta terbuka. Mereka bertemu bertiga kok," ujarnya.
 
Terhadap pernyataan Mahfud, Anas tak membantah dirinya memang pernah bertemu bersama Nazaruddin dengan Janedjri pada tahun 2008. Pertemuan itu katanya, adalah acara makan bersama di sela sebuah kegiatan yang diadakan PD bekerjasama dengan MK bertajuk Temu Wicara Kesadaran Berkonstitusi. "Karena makan-makan ya tidak ada topiknya. Jadi sangat tidak tepat kalau dikaitkan dengan kasus yang diramaikan sekarang ini," sesal Anas. 
 
Anas pun mengaku langsung menelpon Mahfud MD saat itu juga untuk mendapatkan penjelasan maksud pernyataan Mahfud. Kepada Anas, Mahfud mengaku tidak bermaksud mengkait-kaitkan. Anas berharap, Ketua MK dapat memberikan klarifikasi terkait pernyataannya. "Biar tidak berkembang informasi yang di luar konteks," harapnya.
 
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.