Skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP): Menpera: Konsumen Gak Ada Masalah

  • Sebagian Besar Uang Suami Dikelola Istri, Tapi Manajemen Keuangan Paya …

    Sebagian Besar Uang Suami Dikelola Istri, Tapi Manajemen Keuangan Paya …

    TRIBUNnews.com
    Sebagian Besar Uang Suami Dikelola Istri, Tapi Manajemen Keuangan Paya …

    TRIBUNNEWS.COM - Sebagian besar uang gaji suami dikelola istri. Sialnya, mayoritas wanita tak punya pengetahuan pengelolaan keuangan yang bagus. …

  • Ekonom: Pemerintah Baru Perlu Naikkan Harga BBM

    Ekonom: Pemerintah Baru Perlu Naikkan Harga BBM

    Antara
    Ekonom: Pemerintah Baru Perlu Naikkan Harga BBM

    Yogyakarta (Antara)- Pemerintahan baru mendatang perlu menaikkan kembali harga bahan bakar minyak bersubsidi secara bertahap untuk mengurangi pembengkaan subsidi bahan bakar itu, kata ekonom Universitas Gadjah Mada Tony Prasetyantono. "Subsidi sulit dihilangkan sama sekali. Yang bisa dilakukan adalah secara bertahap dikurangi," kata Tony di Yogyakarta, Selasa. Ia merekomendasikan kenaikan harga subsidi bahan bakar minyak (BBM) dilakukan dengan menaikkan harga dengan kisaran Rp1.000-Rp1.500 …

  • DPR dukung sikap presiden gagalkan rencana akuisisi BTN

    DPR dukung sikap presiden gagalkan rencana akuisisi BTN

    Merdeka.com
    DPR dukung sikap presiden gagalkan rencana akuisisi BTN

    MERDEKA.COM. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mengapresiasi pernyataan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melalui sekretariat kabinet yang meminta penundaan rencana akuisisi PT Bank Tabungan Negara (BTN) oleh PT Bank Mandiri.Anggota DPR Komisi XI, Poempida Hidayatullah, justru khawatir, bila rencana ini diteruskan, karyawan BTN bakal jadi korban."Bagus sekali edaran itu. Terdapat ribuan karyawan BTN se-Indonesia yang berpotensi menganggur jika akuisisi ini dilakukan. Hal ini tidak sejalan …

INILAH.COM, Jakarta - Menteri Perumahan Rakyat Djan Faridz menegaskan, konsumen program Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) tidak pernah dipersulit.

"Saya tidak mengeluh jika tertundanya program KPR subsidi skema FLPP tersebut, karena selama ini masih kurang berjalan program FLPP adalah pengembang bukan rakyat (konsumen). Jadi yang teriak-teriak itu pengembangnya, untuk rakyat sendiri tidak pernah merasa dipersulit," Djan Faridz di Jakarta, Jumat (10/2/2012).

Ia menjelaskan, hingga kini pihak pengembang belum ada yang menyampaikan langsung keluhannya ke Kemenpera, melainkan hanya melalui media massa dan mengeluh ke DPR. "Kalau pun rugi, saya membicarakan ke PU (Kementerian Pekerjaan Umum) soal konstruksinya. Kalau membicarakan ke saya, belum ada yang pernah bicara secara langsung," tegasnya.

Menurut Djan Faridz, pengembang yang mengeluh merugi atas terhambatnya program FLPP sangat aneh. "Karena pengembang properti itu pedagang. Pengembang juga bisa memindahkan kredit ke bank lain dengan penawaran bunga yang lebih rendah. Sehingga tak tergantung oleh satu bank saja, seperti bisa pindah ke bank lain kan. BCA saja 7 persen bunga KPR-nya, untuk floating sendiri tapi plus minus 10 persen," paparnya. [mre]

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...