Skema KPBU, Pelabuhan Anggrek Gorontalo Kini Dikelola Swasta

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Pelabuhan Anggrek yang terletak di Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo, mulai hari ini, Selasa (28/9/2021) resmi dikelola oleh PT Anggrek Gorontalo Internasional Terminal (AGIT).

AGIT sediri sebagai pemenang proyek Pengelolaan Pelabuhan Anggrek dengan skema pendanaan kreatif non APBN melalui Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi berpesan kepada PT AGIT untuk selalu selalu memperhatikan perkembangan teknologi dan transformasi digital, serta berwawasan lingkungan atau Ecoport. Hal ini disampaikannya pada gelaran peresmian alih kelola pelabuhan Anggrek-Gorontalo secara virtual.

Menhub meyakini, PT. AGIT memiliki kredibilitas untuk melaksanakan pengelolaan dan pengembangan Pelabuhan Anggrek.

“Saya berpesan agar PT AGIT dapat menjaga komitmen dan itikad baiknya dalam melaksanakan pembangunan dan pengembangan Pelabuhan Anggrek untuk 30 tahun ke depan. Serta tetap mematuhi aturan yang berlaku sehingga pelayanan Pelabuhan Anggrek dapat terlaksana secara efektif dan efisien,” ujar Menhub Budi dalam keterangan resmi, Selasa (28/9/2021).

Selain itu, Menhub Budi juga meminta agar pihak pengelola dapat bersinergi secara nasional dan internasional, terutama dengan Pemerintah Daerah.

Karena menurutnya, pekerjaan kepelabuhan tidak bisa dikerjakan sendiri namun dibutuhkan sinergi dan kolaborasi dari seluruh pihak.

“Tentunya kami, bersama dengan Bappenas dan Kementerian Keuangan akan tetap berkomitmen dalam mendukung pembangunan sampai pengelolaannya,” jelas Menhub.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Meningkatkan Konektivitas Logistik

Menhub Budi Karya memantau proses pengiriman ratusan Bus dari Pelabuhan Tanjung Priok ke Jayapura, Papua. (istimewa)
Menhub Budi Karya memantau proses pengiriman ratusan Bus dari Pelabuhan Tanjung Priok ke Jayapura, Papua. (istimewa)

Sementara itu, kehadiran Pelabuhan Anggrek diharapkan mampu meningkatkan konektivitas logistik dan mendorong pertumbuhan ekonomi di Gorontalo dan kawasan sekitarnya serta meningkatkan daya saing Indonesia.

Sebelumnya, pada Juli yang lalu, Kemenhub melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut dan PT. AGIT telah menandatangani perjanjian kerjasama melalui skema KPBU. PT AGIT terdiri dari sejumlah perusahaan yakni: PT Gotrans Logistics International, PT Anugerah Jelajah Indonesia Logistic, PT Titian Labuan Anugrah, dan PT Hutama Karya (Persero).

Pengelolaan Pelabuhan Anggrek melalui skema KPBU merupakan salah satu wujud komitmen Pemerintah untuk terus melanjutkan pembangunan infrastruktur transportasi di Indonesia, khususnya pelabuhan, meskipun di tengah pandemi dan di tengah keterbatasan APBN.

Informasi, nilai investasi kerja sama tersebut sebesar Rp 1,4 Triliun dan biaya operasional sebesar Rp 5,2 Triliun yang akan dikerjasamakan selama 30 tahun.

Dengan besaran pendapatan konsesi 2,5 persen per tahun dari Pendapatan Kotor yang dapat dinaikkan secara progresif serta pembagian kelebihan keuntungan (clawback) sebesar 50 persen disetorkan oleh Badan Usaha dalam penyediaan infrastruktur.

Ruang lingkup penyelenggaraan proyek KPBU tersebut meliputi penyediaan dermaga untuk peti kemas yang dapat mengakomodir kapal dengan ukuran 30.000 DWT dan general cargo dengan ukuran 10.000 DWT, kegiatan bongkar muat barang, peti kemas, curah dan penyediaan pelayanan jasa terkait kepelabuhanan lainnya sesuai dengan Penyelenggaraan Proyek KPBU.

Turut hadir dalam acara tersebut Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Wakil Ketua DPR RI Rachmat Gobel, Bupati Gorontalo Utara Indra Yasin,dan Plt. Dirjen Perhubungan Laut Arif Toha.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel