Skenario Bastianini Segel Juara Moto2 2020

Xaveria Yunita
·Bacaan 1 menit

Kendati demikian, posisinya belum aman. Oleh karena itu, hasil dari Moto2 Portugal, Minggu (22/11/2020), yang merupakan penutup musim, sangat menentukan.

Ada tiga rider di belakangnya yang jadi ancaman. Nilai Bastianini terpaut 14 dari Sam Lowes yang mengalami cedera pergelangan tangan akhir pekan lalu. Sementara ranking ketiga, Luca Marini, mengoleksi 176 poin, disusul Marco Bezzecchi dengan 170 poin.

Pembalap berjuluk La Bestia itu bertekad untuk berada dalam grup terdepan di Portimao. Ia tak mau impiannya hancur karena buruknya performa pribadi maupun kendala teknis.

“Menjadi pemimpin klasemen menciptakan sensasi yang indah. Kita lihat saja apa yang akan terjadi, yang jelas saya berusaha (membalap) sekencang mungkin…,” ujarnya kepada Sky Italia.

Baca Juga:

Andi Gilang: Turun ke Moto3 adalah Kesempatan Kedua Honda Team Asia Coret Andi Gilang untuk Moto2 2021

Berdasarkan kalkulasi, rider 22 tahun tersebut punya peluang juara dengan beberapa skenario seperti di bawah ini.

Bastianini mengakhiri Moto2 Portugal di posisi empat besar. Seandainya finis di urutan keempat, ia akan meraih 13 poin sehingga nilai akhirnya 207. Rival terdekatnya, Lowes, tidak bisa mengejar meski berdiri di podium teratas. Jika berada di posisi 5 sampai 8, titel juara dunia tetap dalam genggaman asalkan Lowes tak menang di putaran pamungkas. Ia finis kesembilan, sedangkan Lowes maupun Luca Marini gagal naik podium tertinggi. Enea Bastianini berada antara peringkat 10-13, sementara pembalap EG 0,0 Marc VDS asal Inggris menutup lomba maksimal di urutan ketiga dan Marini tak juara. Perhitungan lebih rumit kalau runner-up Moto3 2016 itu lebih buruk dari posisi ke-14. Gelar juara dunia tak lepas kalau Lowes tak podium, adik Valentino Rossi mentok di posisi ketiga dan Bezzecchi tidak keluar sebagai pemenang.