Skenario Strategi Yamaha Hadapi Sisa MotoGP 2021 usai Pecat Maverick Vinales

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, London - Gejolak melanda Yamaha menyusul perceraian dengan Maverick Vinales. Tim Tiga Garpu Tala kini bersiap menghadapi sisa MotoGP 2021 dengan strategi dadakan.

Yamaha dilaporkan bakal mempromosikan pembalap penguji Cal Crutchlow sebagai pendamping Fabio Quartararo untuk tim pabrikan pada seri selanjutnya di Silverstone, Inggris.

Belum diketahui apakah Crutchlow bakal terus menemani Quartararo hingga akhir musim. Yang jelas, Yamaha butuh dua pembalap untuk memperkuat posisi pada persaingan gelar pabrikan atau tim.

Sebelumnya mereka sempat hanya mengandalkan Quartararo pada MotoGP Austria ketika Vinales diskors.

Saat ini Yamaha tertinggal tiga angka dari Ducati pada klasemen pabrikan. Sementara Monster Energy Yamaha memimpin 37 dari Ducati Lenovo di tabel tim.

Dampak ke Tim Satelit

Pembalap Monster Energy Yamaha, Maverick Vinales. (AFP/Joe Klamar)
Pembalap Monster Energy Yamaha, Maverick Vinales. (AFP/Joe Klamar)

Crutchlow melakoni dua seri di Red Bull Ring untuk tim satelit Petronas SRT Yamaha sebagai pengganti Franco Morbidelli yang cedera.

Dengan masuk tim utama, Petronas SRT Yamaha dikabarkan bakal menarik pembalap Moto2 Jake Dixon untuk MotoGP Inggris.

Perceraian Lebih Cepat

Maverick Vinales (AFP)
Maverick Vinales (AFP)

Yamaha dan Vinales mempercepat perceraian dan resmi berpisah Jumat (20/8/2021). Kedua pihak sebelumnya sudah sepakat memangkas durasi kontrak setahun dan hanya bakal bersatu hingga akhir MotoGP 2021.

Namun, insiden di MotoGP Styria mengubah segalanya. Frustasi dengan jalannya lomba, Vinales berulah dan berpotensi menimbulkan kerusakan mesin. Yamaha kemudian menghukumnya untuk tidak tampil di MotoGP Austria akhir pekan lalu.

Tak Terelakkan

Maverick Vinales saat mengikuti sesi kualifikasi MotoGP San Marino di Sirkuit Misano, Sabtu (12/9/2020). (ANDREAS SOLARO / AFP)
Maverick Vinales saat mengikuti sesi kualifikasi MotoGP San Marino di Sirkuit Misano, Sabtu (12/9/2020). (ANDREAS SOLARO / AFP)

Vinales sudah meminta maaf. Namun, Yamaha merasa langkah drastis harus diambil.

"Setelah pertimbangan mendalam dari kedua belah pihak, keputusan bersama dicapai. Akan lebih baik bagi kedua pihak untuk mengakhiri kemitraan lebih dini," kata Managing Director Yamaha Motor Racing Lin Jarvis di situs resmi MotoGP.

"Perpisahan awal ini akan membebaskan sang pembalap untuk fokus ke jalan yang dia pilih, dan juga mengizinkan kami untuk sisa balapan musim 2021 dengan seorang pembalap pengganti, yang akan ditentukan nanti."

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel