Skenario Terakhir Timnas U-19, Lanjutan TC Lawan Persija dan Persib

Robbi Yanto
·Bacaan 2 menit

VIVA – Timnas Indonesia U-19 menjalani pemusatan latihan (TC) di Jakarta pada 13 hingga 23 November 2020 mendatang. Rencananya, Timnas U-19 akan kembali menggelar TC di luar negeri.

Dua negara sudah memberi lampu hijau untuk Timnas U-19 yakni Korea Selatan dan Spanyol. Namun, PSSI saat ini masih menimbang plus minusnya jika TC digelar di dua negara tersebut.

Spanyol menjadi destinasi prioritas PSSI karena ingin Timnas U-19 berlatih di Eropa lagi setelah sempat ke Kroasia. Adapun kendala ke Korea lantaran pemerintah setempat mewajibkan karantina selama 14 hari.

"Ada plan A dan B. Plan A di Korea, tapi di Korea ada plus minusnya ada karantina 14 hari. Sayang waktu 14 hari itu mereka hanya terdiam meskipun virtual bisa," kata Ketum PSSI, Mochamad Iriawan di Jakarta.

"Kami ingin seperti di Kroasia, tidak terbuang waktu 14 hari. Pertimbangan selanjutnya adalah masalah cuaca (dingin di Korea). Kami khawatir mereka tidak bisa adaptasi. Kalau di Spanyol cuma 21 derajat," sambungnya.

Iriawan mengungkapkan, Tae-yong tak masalah dengan rencana PSSI untuk mengirim pemain Timnas U-19 ke Spanyol.

"Yang terpenting bisa latihan di luar karena kami menginginkan laga uji coba dengan tim kuat seperti kemarin di Kroasia, ada Dinamo Zagreb, Qatar dan lain sebagainya," ucapnya.

Meski demikian, PSSI juga telah menyiapkan plan C. Tak menutup kemungkinan TC digelar di dalam negeri jika batal bertolak ke Spanyol dan Korea.

Iriawan mengatakan, ada sejumlah tim senior yang nantinya bakal menjadi lawan tanding untuk David Maulana cs. Di antaranya para peserta Liga 1 seperti Persija Jakarta, Persib Bandung, dan Arema.

"Kami akan cari lawan yang kuat, kan ada tim senior yang bisa, hanya masalahnya apakah diperbolehkan mereka dalam latihan tiba-tiba ada uji coba, itu yang jadi masalah buat kami," ucapnya.

"Karena kalau di luar bisa uji coba. Di sini uji coba dengan tim kuat bisa saja dengan Persija, Persib, Arema lain sebagainya itu plan C," sambung eks Kapolda Metro Jaya itu.