Sketsa Wajah Penyerang LP Cebongan Segera Disebar

TEMPO.CO, Sleman--Polisi penyelidik kasus penyerangan Lembaga Pemasyarakatan (LP) Cebongan, Sleman segera menyebarkan sketsa wajah penyerang. Sketsa itu dibuat berdasarkan keterangan para saksi.

"Ada satu, dua sketsa wajah yang akan disebar, pelaku membuka penutup kepala saat menunjukkan surat," kata Komisaris Besar Kris Erlangga, Direktur Reserse Kriminal Umum, Kepolisian Daerah (Polda) Daerah Istimewa Yogyakarta, di kantornya, Senin (31/3).

Sketsa wajah, jika sudah selesai dibuat maka akan disodorkan kembali kepada para saksi yang melihat wajah pelaku. Ada dua orang penyerang LP yang tidak menggunakan penutup muka saat menunjukkan surat (surat dipastikan palsu) dari Polda untuk pinjam tahanan.

Naamun menurut keterangan Kepala LP Kelas II B Sleman ada empat orang yang tidak memakai penutup muka. Polisi masih mengumpulkan keterangan-keterangan saksi, alat bukti dan uji forensik dalam pengungkapan kasus Sabtu kelabu (23/3).

Pada Sabtu dini hari itu segerombolan orang menyerang LP dan membunuh empat tahanan dengan senjata api dengan peluru berkaliber 7,62 milimeter. Empat tahanan itu merupakan tersangka penganiayaan yang menewaskan Sersan Kepala Heru Santoso, anggota Den Intel Kodam IV/Diponegoro di Hugo's cafe, Selasa (19/3). (Lihat juga: TNI Benarkan Pesan Peluru 7,62 Milimeter ke Pindad)

Mereka adalah Hendrik Angel Sahetapi alias Deki, Adrianus Candra Galaga, Yohanes Juan Mambait, Gameliel Yermiayanto Rohi Riwu. Mereka dibantai dalam sel A5 blok Aanggrek di LP itu.

Sayangnya hingga seminggu pasca-kejadian penyerangan itu polisi belum menerima hasil forensik. Baik hasil visum et repertum, hasil uji balistik, maaupun uji forensik lainnya yang ditangani Laboratorium Forensik Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia di Semarang maupun Jakarta. "Untuk visum minta 2 minggu, uji forensik juga dua minggu," kata dia.

Uji forensik meliputi forensik teknoloi informasi (digital), forensik balistik dan forensik virologi. Rekaman CCTV masih akan dicari. Meskipun server CCTV di LP sudah diambil, kemungkinan sebelum kejadian masih terekam dan tersimpan dalam penyimpanan digital komputasi awan (cloud computing).

Komisioner Komisi Kepolisian Nasional Hamidah Abdurahman menyatakan, temuan polisi dalam kasus ini harus disampaikan ke poblik. Polda tidak perlu takut mengungungkapkan kalau sudah ada bukti-bukti.  "Publik berhak tahu hasil penyelidikan ini," kata dia. Simak berita penyerangan profesional penjara Cebongan Sleman.

MUH SYAIFULLAH

Berita Terkait:

Komnas HAM Minta Klarifikasi Kopassus

Korban Lapas Cebongan Diminta Tak Pergi Hugo's

Menulis Kasus LP Sleman di FB, Siapa Idjon Djanbi?

Topik Terhangat: Edsus Guru Spiritual Seleb || Serangan Penjara Sleman || Harta Djoko Susilo|| Nasib Anas

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.