SKK Migas: 348 sumur pengembangan telah dibor pada semester I 2022

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mencatat hingga Juni 2022 realisasi sumur pengembangan yang telah dibor mencapai 348 sumur atau sekitar 44 persen dari target sebanyak 790 sumur.

Deputi Perencanaan SKK Migas Benny Lubiantara di Jakarta, Kamis, mengatakan hasil tersebut melampaui jumlah sumur pengembangan yang dibor pada periode yang sama tahun lalu sebanyak 186 sumur.

"Jumlah sumur pengembangan yang telah dibor tahun ini jumlahnya hampir dua kali lipat dari jumlah sumur tahun lalu. Masifnya kegiatan pengeboran sumur pengembangan menjadi fokus utama SKK Migas karena akan berkontribusi langsung terhadap peningkatan produksi migas nasional," ujarnya.

Benny menyampaikan realisasi pengeboran sumur pengembangan tersebut masih sejalan dengan rencana SKK Migas pada tahun 2022, meskipun masih ada beberapa kendala dalam perizinan dan ketersediaan rig yang menyebabkan beberapa keterlambatan kegiatan pengeboran.

Menurutnya, koordinasi dan kerja sama yang baik dengan pemangku kepentingan mampu meminimalkan keterlambatan realisasi pengeboran.

"Kami berharap ke depan para pemangku kepentingan dapat terus memberikan dukungannya untuk kegiatan hulu migas,” kata Benny.

Pada April 2022, sebanyak empat sumur pengembangan baru yang mulai dibor di Blok Rokan, Riau, berhasil memberikan laju alir awal produksi untuk masing-masing sumur melebihi 1.000 barel minyak per hari (BOPD).

“Keempat sumur itu berasal dari Lapangan Petani di Blok Rokan, ada 22 sumur pengembangan yang akan dibor sepanjang tahun 2022. Status saat ini sudah ada 11 sumur yang onstream dengan total laju alir awal produksi sebesar 6.760 BOPD, hasil ini jauh melampaui target perkiraan produksi 2.192 BOPD,” kata Benny.

Mengacu pada hasil tersebut, Benny mengatakan pihaknya optimis akan dapat memperoleh tambahan produksi minyak yang cukup signifikan melalui masifnya pengeboran sumur pengembangan yang dilakukan di Blok Rokan.

SKK Migas melihat potensi di Blok Rokan masih cukup besar dan penting untuk mendukung capaian produksi nasional tahun ini, contohnya empat sumur tersebut masing-masing dapat berproduksi lebih dari 1.000 BOPD.

"Kami bersama Pertamina Hulu Rokan berupaya agar realisasi pengeboran sumur pengembangan di Blok Rokan dapat mencapai target tahun 2022,” ucap Benny.


Baca juga: Pertamina EP lakukan pengeboran empat sumur minyak di Kabupaten Sorong
Baca juga: Premier Oil uji potensi kandungan gas di perairan Aceh
Baca juga: Pertamina temukan sumber gas di lepas pantai Balikpapan

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel