SKK Migas dan KKKS Sepakat Pecahkan Rekor Produksi Minyak dan Gas

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (Kontraktor KKS) bersepakat untuk berusaha memecahkan rekor produksi migas Indonesia di 2030.

Kepala SKK Migas, Dwi Soetjipto mengatakan, SKK Migas dan KKKS atau produsen migas berupaya memenuhi kebutuhan energi, dengan menargetkan produksi minyak bumi sebesar 1 juta barel minyak per hari (bph) dan gas alam sebesar 12 miliar standar kaki kubik per hari (BSCFD), atau secara total sebesar 3,2 juta barel setara minyak per hari (Barel Oil Equivalent Per Day/BOEPD).

Jika sesuai rencana, pencapaian ini akan tercatat sebagai rekor produksi migas terbesar sepanjang sejarah Indonesia. Produksi migas tertinggi sebelumnya dibukukan sektor hulu migas pada 1998 dengan pencapaian sebesar 2,96 juta BOEPD.

“Seluruh upaya yang dilakukan SKK Migas bersama Kontraktor KKS untuk mewujudkan ambisi tersebut membutuhkan dukungan dari semua pihak, termasuk para pemangku kepentingan,” kata Dwi, di Jakarta, Kamis (5/11/2020).

Dalam rangka memastikan target produksi migas sebesar 3,2 juta BOEPD di 2030 tersebut bisa tercapai tepat waktu, SKK Migas menetapkan enam pilar strategis dan empat pilar pendukung (enablers) dalam Rencana Strategis Indonesia Oil & Gas 4.0 (IOG 4.0).

SKK Migas pun menggelar Forum Group Discussion Exploration and Production 2020 (FGD EP 2020) untuk membahas empat dari enam pilar strategis tersebut, yaitu mempertahankan tingkat produksi existing yang tinggi, akselerasi dari sumber daya ke produksi.

Transformasi dari sumber daya migas ke produksi migas melalui Enhanced Oil Recovery (EOR), serta kegiatan eksplorasi secara masif.

Empat pilar strategis tersebut merupakan pilar-pilar strategis yang berkaitan langsung dengan pencapaian cita-cita produksi migas 3,2 juta BOEPD di tahun 2030.

Program Kerja

Kementerian ESDM berencana menyempurnaan sistem pengelolaan data hulu migas untuk mendorong eksplorasi migas.
Kementerian ESDM berencana menyempurnaan sistem pengelolaan data hulu migas untuk mendorong eksplorasi migas.

Sejumlah program kerja di dalam empat pilar tersebut sudah berhasil dilaksanakan. Misalnya, untuk mempertahankan tingkat produksi migas yang tinggi, SKK Migas telah berhasil melakukan tambahan produksi melalui program Fill The Gap 18.300 bph dan 17 MMSCFD rata-rata produksi tahunan dan investasi awal, berupa pengeboran sumur di Wilayah Kerja (WK) Rokan sejumlah lebih dari 200 sumur.

Dalam hal akselerasi dari sumber daya ke produksi, SKK Migas telah melakukan berhasil melakukan percepatan pengoperasian POD Lapangan PB di WK Mahato & Lapangan KBD WK Sakakemang, penyelesaian proposal insentif, serta pengeboran 4 sumur delineasi di Natuna untuk percepatan pengembangan undeveloped discovery.

Sedangkan terkait dengan EOR, SKK Migas dan KKKS telah melakukan proses evaluasi Pre-POD Lapangan Minas di WK Rokan dan ditargetkan onstream tahun 2024. Sedangkan dalam mendukung kegiatan eksplorasi secara masif.

SKK Migas melalui Komitmen Kerja Pasti (KKP) WK Jambi Merang telah melaksanakan pendataan potensi migas melalui seismik dua dimensi di wilayah terbuka sepanjang 32.200 kilometer (Km). Upaya ini tercatat sebagai akuisisi seismik terbesar di Asia Pasifik dalam 10 tahun terakhir.

Program-program untuk mengimplementasikan empat pilar strategis tersebut akan terus dilaksanakan di tahun-tahun berikutnya. Salah satu terobosan lain yang sedang disiapkan adalah melakukan pemrosesan ulang data seismik yang mencakup area seluas 270 ribu Km persegi di laut Jawa Timur hingga Selat Makassar.

Data-data yang didapatkan dari survei seismik sebelumnya tersebut akan diproses ulang melalui teknologi terkini, dengan harapan akan memberikan informasi mengenai potensi-potensi migas baru yang menjanjikan.

Saksikan video pilihan berikut ini: