SKK Migas dorong produk industri lokal rambah pasar internasional

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mendorong industri lokal penunjang hulu migas untuk merambah pasar internasional agar dapat menciptakan efek berganda bagi ekonomi di dalam negeri.

Wakil Kepala SKK Migas Fatar Yani Abdurrahman mengatakan dorongan itu dilakukan melalui program kerja pembinaan kapasitas nasional.

"Kalau mereka bisa merambah pasar internasional akan menambah tenaga kerja dan memperbesar pabrik. Bila perlu mereka bisa bangun pabrik di luar negeri yang akan menjadi kapasitas nasional di sana," ujarnya dalam konferensi pers Forum Kapasitas Nasional 2022 di Jakarta, Senin.

SKK Migas mencanangkan dua kegiatan dalam rangka memasarkan produk industri lokal ke luar negeri. Pertama, industri lokal yang terseleksi dan sudah memiliki kemampuan ekspor regional akan dibawa ke paviliun Indonesia dalam ajang internasional Oil and Gas Asia (OGA) di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 13-15 September 2022.

Kedua, SKK Migas juga akan membawa perusahaan dalam negeri terseleksi yang sudah memiliki kemampuan ekspor ke seluruh dunia untuk mengikuti ajang Abu Dhabi International Petroleum and Conference (ADIPEC) di Uni Emirat Arab pada 31 Oktober sampai 3 November 2022.

"Kami sedang kembangkan supaya industri lokal yang sudah berproduksi terutama di sentra-sentra produksi migas, seperti Timur Tengah dan Afrika bisa masuk pasar potensial, kami dorong mereka bisa go internasional agar demand tumbuh. Ketika demand tumbuh, harga akan kompetitif di dalam negeri," jelas Fatar.

SKK Migas mencatat ada sejumlah industri lokal yang telah berhasil menciptakan berbagai produk yang dapat memenuhi standar internasional dan diminati oleh pasar luar negeri.

Kepala Divisi Pengelolaan Rantai Suplai dan Analisis Biaya SKK Migas Erwin Suryadi mengatakan produk katup bola buatan PT Teknologi Rekayasa Katup (PT TRK) di Banten, Jawa Barat, dipakai oleh PT Pertamina Hulu Mahakam, British Petroleum, Medco, Mubadala, Pertagas, dan lainnya.

Selain itu di Batam, Kepulauan Riau, ada PT Citra Tubindo yang punya spesialisasi memasok pipa oil country tubular goods (OCTG) yang terdiri dari drill pipe, casing, dan tubing pipe. Produk perusahaan itu telah memenuhi standar internasional dan sudah divalidasi korporasi migas dunia, seperti Shell, Chevron, Eni, dan BP. Bahkan produk Citra Tubindo mampu menembus pasar ekspor hingga ke Uganda dan Timur Tengah.

Di sektor jasa ada perusahaan yang memiliki kemampuan spesifik, seperti PT OSCT yang dapat mengatasi tumpahan minyak lepas pantai. Perusahaan itu telah menangani lebih dari 60 kasus tumpahan minyak dan kimia di Indonesia serta beberapa negara lain dengan komposisi pekerja 100 persen lokal.

Erwin mengungkapkan bahwa sejumlah korporasi besar juga pernah menjadi klien OSCT, seperti Pertamina, ConocoPhillips, CNOOC, BP, Pelindo, Shell, dan HCML. Kantor pusat OSCT berada di Cikarang dan punya pangkalan operasi di Malaysia, Thailand, India, dan Australia.

Contoh lainnya adalah PT ALP Petro Industry di Jakarta yang memproduksi pelumas dengan merek ‘Eni’. Perusahaan itu merupakan unit alih teknologi Eni Petroli S.P.A. dari Italia, yang sekarang 100 persen Perusahaan Milik Dalam Negeri (PMDN) dengan komposisi pekerjanya 100 persen lokal.

“Peralihan status dari joint venture menjadi PMDN punya arti besar terhadap pengembangan kapasitas nasional. Ada kepercayaan dari produsen pelumas global terhadap perusahaan lokal,” kata Erwin.

Sepanjang semester pertama 2022, realisasi TKDN industri hulu migas telah mencapai 63,3 persen. Angka itu telah melampaui target yang ditetapkan pemerintah pada tahun ini, yakni sebesar 57 persen.

Selain itu, kehadiran industri migas juga telah berhasil menciptakan efek berganda yang menggeliatkan industri-industri nasional lainnya. Sektor migas merupakan salah satu sektor yang terus bergulir di saat pandemi, sehingga roda perekonomian Indonesia tetap berputar.

SKK Migas mengklaim nilai kontribusi industri migas terhadap industri lain pada periode 2020 sampai Juni 2022 mencapai Rp174,53 triliun. Nilai kontrak tersebut jauh di atas nilai kontrak komoditas utama migas sendiri sepanjang 2020 sampai Juni 2022 sebesar Rp141,20 triliun.


Baca juga: SKK Migas dan KKKS dorong peningkatan peran industri lokal
Baca juga: Guspenmigas dukung penguatan produk lokal industri penunjang migas
Baca juga: SKK Migas sebut ada 75 pabrikan lokal masuk katalog barang dan jasa

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel