SKK Migas fokus jalankan program kerja hadapi ancaman resesi 2023

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) fokus menjalankan program kerja dan anggaran untuk menghadapi ancaman resesi pada 2023.

"Ini rencana kerja dan anggaran yang sekarang sedang berjalan itu harus dikunci kegiatannya dan nanti kami akan monitor," kata Pelaksana Tugas Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas Mohammad Kemal di Nusa Dua, Bali, Jumat.

Adapun fokus program kerja investasi dan anggaran tersebut salah satunya melalui 28 kesepakatan terbaru yang diteken di sela Konvensi Internasional III Industri Hulu Minyak dan Gas (IOG) 2022 di Nusa Dua, Bali, dengan durasi kontrak dua hingga 11 tahun.

Dengan adanya kepastian kontrak kerja itu, maka perusahaan hulu minyak dan gas diharapkan berkomitmen menjalankan kerja sama tersebut.

Mengingat kekhawatiran adanya resesi, kata dia, perusahaan hulu migas cenderung menahan modalnya.

"Para perusahaan ini cenderung tidak mau berinvestasi karena ini menahan aliran modal," ucapnya.

Sementara itu, SKK Migas memiliki target produksi pada 2030 untuk minyak mencapai satu juta barel per hari dan gas mencapai 12 miliar standar kaki kubik per hari (BSCFD).

Pihaknya akan memastikan program kerja terlaksana sesuai target investasi.

Pada 2022, SKK Migas menargetkan investasi mencapai 13,2 miliar dolar AS.

Berdasarkan data SKK Migas, hingga triwulan III-2022, SKK Migas mencatat realisasi investasi mencapai 7,7 miliar dolar AS.

Capaian itu menjadi investasi hulu migas terbesar secara rata-rata dalam kurun waktu tujuh tahun terakhir sejak 2016.

Sedangkan hingga Oktober 2022, realisasi investasi sudah mencapai 9,2 miliar dolar AS dari outlook atau proyeksi total investasi 12,1 miliar dolar AS selama 2022 sehingga ada kenaikan sekitar 20 persen.

Dengan torehan investasi tersebut, ia optimistis target penanaman modal pada 2022 sebesar 13,2 miliar dolar AS tercapai.

"Target investasi tahun ini kan sekitar 13,2 miliar dolar AS, kami cukup optimis. Itu artinya meningkat lebih dari 20 persen dibandingkan tahun-tahun sebelumnya," katanya.

Sedangkan pada tahun mendatang, lanjut dia, nilai investasi akan semakin ditingkatkan misalnya untuk 2023 diproyeksi mencapai sekitar 14 miliar dolar AS hingga ke depan mencapai 20 miliar dolar AS.

"Kami akan naik (investasi) di atas 20 miliar dolar AS. Nah dari biasanya kita 10-11 miliar dolar dan tahun ini kami harapkan 13 miliar dolar AS," ucap Kemal.

Baca juga: Sri Mulyani waspadai pelemahan ekonomi, sambil pertahankan optimisme

Baca juga: Kemenkeu: APBN jadi "shock absorber" di tengah potensi ekonomi melemah