SKK Migas siapkan peta jalan penuhi kebutuhan energi di masa depan

·Bacaan 1 menit

Pemerintah Indonesia memproyeksikan kebutuhan energi mengalami peningkatan seiring pertumbuhan penduduk dan industri dari 287 juta ton setara minyak (MTOE) saat ini menjadi 5.000 MTOE pada 2030 dan 1.200 MTOE pada 2050.

"Peningkatan-peningkatan ini tentu harus kita siapkan peta jalan atau road map untuk bisa mengatasi atau memenuhi kebutuhan energi tersebut," kata Kepala Perwakilan SKK Migas Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara Nurwahidi dalam sebuah webinar yang dipantau di Jakarta, Selasa.

Nurwahidi menjelaskan bahwa konsumsi minyak akan naik sekitar 139 persen pada 2050. Sedangkan konsumsi gas akan naik lebih besar lagi sekitar 298 persen.

Baca juga: Kementerian ESDM bentuk gugus tugas untuk target produksi migas 2030

Dia optimistis Indonesia bisa memenuhi kebutuhan energi tersebut karena SKK Migas bersama pemerintah telah memiliki data bisa menghadapi tantangan terhadap kebutuhan energi di masa depan, salah satunya Indonesia memiliki 128 cekungan atau basin.

Dari total potensi tersebut hanya terdapat 20 cekungan yang telah berproduksi dan menghasilkan migas.

"Kalau kita melihat dari potensi yang ada ke depan, data-data tersebut memberikan harapan dan tantangan bagi industri hulu migas untuk bisa menemukan cadangan-cadangan tersebut dan memproduksinya," ujar Nurwahidi.

Baca juga: SKK Migas-Medco E&P berupaya pertahankan produksi migas Blok Lematang

Dia menyebutkan bahwa cadangan minyak saat ini sekitar 3,8 miliar barel minyak dan cadangan gas mencapai 77 miliar kaki kubik.

SKK Migas sudah mencanangkan target untuk bisa memproduksi minyak sebesar 1 juta barel per hari dan gas sebesar 12 miliar kaki kubik per hari pada 2030.

"Oleh karena itu melakukan kegiatan-kegiatan tahapan berikutnya melalui beberapa strategi akan bisa mendukung penambahan cadangan dan produksi di masa depan," pungkas Nurwahidi.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel