SKK Migas ungkap temuan hidrokarbon di Papua Barat

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mengungkapkan adanya penemuan hidrokarbon berupa gas melalui kegiatan pengeboran sumur eksplorasi Markisa (MKS)-001 di Papua Barat.

Deputi Perencanaan SKK Migas Benny Lubiantara mengatakan sumber gas hidrokarbon itu ditemukan oleh Pertamina Hulu Energi Regional IV di wilayah kerja Pertamina EP, Field Papua, Kabupaten Aimas, Provinsi Papua Barat.

"Keberhasilan penemuan hidrokarbon di wilayah yang kaya akan sumber daya alam di Papua Barat, termasuk minyak dan gas akan mendorong kegiatan eksplorasi yang lebih masif dan agresif di masa mendatang," kata Benny dalam keterangan di Jakarta, Senin.

Pengeboran sumur eksplorasi MKS-001 memiliki objektif utama di Batu Karbonat Formasi Kais. Sumur MKS-001 ditajak pada 21 Juni 2022 pukul 06.00 WIT dan mencapai kedalaman akhir 2048 mMD pada 28 Juli 2022 pukul 20.00 WIT.

Benny menjelaskan bahwa sumur eksplorasi MKS-001 dibor dengan profil vertikal menggunakan rig PDSI#28.2/D1000-E.

Menurutnya, pengeboran itu menjadi tantangan tersendiri karena melakukan pekerjaan pengeboran di daerah remote yang memerlukan waktu mobilisasi peralatan dan material pemboran melalui jalur laut serta jenis formasi shale yang terindikasi high tectonic stress, sehingga membutuhkan perencanaan dan operasional pengeboran tepat dan akurat.

Pekerjaan dry hole base diselesaikan tanpa adanya non productive time baik dari peralatan jasa penunjang dan material maupun dari sisi operasional. Hal ini merupakan salah satu pencapaian di sumur tersebut.

Setelah dilakukan serangkaian evaluasi terhadap properti formasi dengan menggunakan e-line logging tools, Pertamina selanjutnya mengusulkan dua interval Drill Stem Test (DST) yang berada dalam Formasi Kais, DST#1 : 2012 - 2020 mMD dan DST#2 : 1932 - 1942.5 mMD.

Saat ini dilakukan kegiatan DST#1 (2012-2020 mMD) pada lapisan limestone reef Formasi Kais, periode clean up dengan choke 44/64 inci mendapatkan rate gas 9,7 MMSCFD dan rate condensate 219 BCPD.

Per 13 Agustus 2022, status sumur eksplorasi MKS-001 sedang melakukan clean up interval DST#1.

Benny mengungkapkan keberhasilan pengeboran sumur eksplorasi MKS-001 akan menambah kesuksesan pengeboran sumur eksplorasi pada tahun 2022 yang mencatatkan success ratio yang lebih tinggi dibandingkan capaian pada tahun 2021 ataupun jika dibandingkan dengan rata-rata keberhasilan pengeboran sumur eksplorasi di dunia.

Sampai semester pertama 2022, rasio keberhasilan pengeboran sumur eksplorasi mencapai 75 persen. Angka itu lebih tinggi dibandingkan capaian rasio keberhasilan pengeboran sumur eksplorasi tahun sebelumnya yang sebesar 55 persen dan mengungguli capaian global success ratio sebesar 23,8 persen pada tahun 2021.

"Dengan keberhasilan sumur MKS-001, maka success ratio pengeboran sumur eksplorasi tahun 2022 akan semakin tinggi," kata Benny.

Lebih lanjut ia menyampaikan bahwa rasio keberhasilan pengeboran sumur eksplorasi yang tinggi akan memperkuat keyakinan untuk mencapai target 1 juta barel minyak (BOPD) dan 12 miliar kaki kubik gas (BSCFD) pada tahun 2023.

Rasio keberhasilan pengeboran sumur eksplorasi yang tinggi akan berdampak terhadap peningkatan daya saing industri hulu migas nasional. Hal ini juga menunjukkan kemampuan dan penguasaan teknologi industri hulu migas yang semakin meningkat, sehingga dapat beroperasi lebih efisien.

"Semoga keberhasilan ini dapat mendorong peningkatan investasi di sektor hulu migas mengingat tingkat keberhasilan penemuan hidrokarbon yang tinggi," pungkas Benny.

Baca juga: SKK Migas perkuat kapasitas nasional dukung target produksi migas 2030
Baca juga: Pertamina temukan cadangan minyak dan gas bumi di Kepulauan Seribu
Baca juga: Masuk energi bersih, bauran gas ditargetkan 22 persen pada 2025