Sleman Gudangnya Lapangan Bagus dan Dipuji di Piala AFF U-16 2022, Ini Sosok di Baliknya

Bola.com, Sleman - Piala AFF U-16 2022 sudah berakhir. Timnas Indonesia U-16 mendapatkan gelar juara di ajang itu setelah mengalahkan Vietnam di babak final.

Ada cerita yang tersisa dari ajang kelompok umur yang berlangsung di Sleman dan Bantul itu. Termasuk soal pujian yang diberikan pelatih negara peserta lain di Piala AFF U-16 2022 terhadap lapangan latihan yang disediakan panitia.

Selain Stadion Maguwoharjo dan Stadion Sultan Agung, ada tiga lapangan latihan yang menjadi pembicaraan para pelatih tim negara lain, yakni Yogyakarta International School (YIS), Universitas Islam Indonesia (UII) dan Lapangan Pakembinangun.

Tiga lapangan latihan ini sukses mendukung penyelenggaraan. Tiga lapangan itu juga mendapat pujian dari pelatih-pelatih negara lain dan membawa kesan baik untuk DIY sebagai kota penyelenggara.

Ketiga lapangan tersebut ternyata dibangun oleh orang yang sama, yakni Supomo Haryadi, yang memiliki dasar mengkreasi lapangan golf. Supomo mengaku bangga ketika lapangan yang dibuatnya mendapatkan apresiasi.

“Sangat bangga atas apresiasi dari beberapa pelatih yang merasakan latihan di tiga lapangan, YIS, UII dan Pakembinangun. Kami selama ini berusaha membuat lapangan yang berkualitas dan ternyata mendapatkan responn positif,” katanya.

 

YIS Lebih Dahulu Dibangun

Lapangan Yogyakarta Internasional School (YIS) ketika digunakan oleh PSS Sleman sebagai arena latihan pada BRI Liga 1 2021/2022. (Dokumen PSS Sleman)
Lapangan Yogyakarta Internasional School (YIS) ketika digunakan oleh PSS Sleman sebagai arena latihan pada BRI Liga 1 2021/2022. (Dokumen PSS Sleman)

Dari tiga lapangan yang ada, YIS terlebih dahulu dibangun. Ada dua lapangan di YIS, yakni atas dan bawah, keduanya digunakan tim-tim untuk berlatih di sela turnamen 31 Juli hingga 12 Agustus lalu.

Menyusul kemudian UII dan Pakembinangun. Lapangan yang disebut terakhir rupanya baru saja rampung sebulan sebelum gelaran AFF dimulai.

“Pakembinangun memang baru saja selesai, tapi kualitas rumputnya kami maksimalkan. Alhamdulillah mendapat respon baik juga. Saat ini Pakembinangun rutin digunakan oleh PSS untuk berlatih,” jelas Supomo.

Supomo kemudian menceritakan mengenai lapangan YIS yang dibangunnya pada 2016 silam. Dua tahun kemudian tepatnya pada 2018, lapangan di kompleks kampus UII menyusul.

“Yang paling akhir kami bangun, yakni Lapangan Pakembinangun yang selesai pada 2022 ini, baru selesai dibangun satu bulan sebelum AFF. Tiga lapangan itu menggunakan rumput Cynodon Dactylon tipe 419, saya kumpulkan yang sudah mutasi,” jelas Sopomo.

 

Punya Pembibitan Rumput Sendiri

Supomo kemudian menjelaskan ia dan timnya memiliki tempat pembibitan rumput sendiri. Lokasinya di Harjobinangun, Pakem, Sleman. Perawatan lapangan dilakukan sesuai karakter rumput dengan peralatan sama dengan yang dipakai untuk memuliakan lapangan golf.

“Kami detail, ukuran ketinggian rumputpun harus diukur dan diperhatikan, tidak asal-asalan. Memang biayanya cukup mahal, tapi kami mencoba dan berharap lapangan bisa semaksimal mungkin sehingga pemain bola merasa nyaman,” Supomo menjelaskan.

Supomo sebenarnya sudah cukup banyak membangun lapangan sepakbola di DIY. Selain tiga lapangan yang digunakan untuk latihan tim Piala AFF U-16, ada pula lapangan Ahmad Zaini Godean, Lapangan Realino Sanata Dharma dan Maguwoharjo Football Park.

“Kami punya harapan dan impian untuk bisa menjadikan industri dan wisata sepak bola di Jogja. Tim liga atau penghobi bisa melakukan aktivitas sepak bola dengan lapangan berkualitas di Jogja,” tandas Supomo.

Sebelum gelaran Piala AFF U-16 2022, Daerah Istimewa Yogyakarta sebenarnya sudah menjadi tujuan favorit bagi klub-klub di Indonesia untuk melakukan training camp sebelum liga dimulai.

Klub lokal DIY, seperti PSS Sleman juga kerap memanfaatkan fasilitas yang ada di dekat markas mereka itu. Lapangan YIS dan UII sempat menjadi tempat favorit penggawa Elang Jawa berlatih.