Smelter Freeport Rp 43 T Target Beroperasi Kuartal II 2024

Merdeka.com - Merdeka.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif melakukan kunjungan kerja ke proyek smelter baru PT Freeport Indonesia (PTFI) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) JIIPE, Gresik, Jawa Timur pada Jumat, (29/7). Menteri Arifin menyatakan kepuasannya atas capaian kemajuan pembangunan smelter Freeport Indonesia ini.

Menurut dia, kemajuan pembangunan smelter saat ini sangat berbeda dengan beberapa waktu yang lalu. "Pada saat dulu groundbreaking oleh bapak Presiden cuma baru beberapa pilling, ternyata sekarang sudah 12.000 (pilling) dan target nanti mencapai 15.000 di bulan September. Progresnya bagus, dan mudah-mudahan akselerasi ini bisa dipertahankan," ujar Arifin dalam keterangan tertulis, Sabtu (30/7).

Ketika ditanyakan terkait bentuk dukungan Kementerian ESDM terhadap pembangunan proyek smelter PTFI ini, Menteri Arifin menjelaskan pemerintah memberikan dalam bentuk peraturan pertambanganya, regulasi mengenai keharusan hilirisasi, dan menjaga progresnya.

PT Freeport Indonesia saat ini membangun smelter baru berkapasitas 1,7 juta DMT konsentrat tembaga per tahun dengan investasi sekitar USD 3 miliar, atau sekitar Rp 43 triliun.

Ini merupakan smelter kedua PTFI, di mana smelter pertama telah dibangun sejak 1996 bersama dengan Mitsubishi membentuk perusahaan PT Smelting. Saat ini, kapasitas PT Smelting sedang diekspansi dengan tambahan kapasitas sebesar 300 ribu DMT konsentrat tembaga per tahun.

Pembangunan Saat ini Capai 34,9 Persen

ini capai
ini capai

Presiden Direktur PTFI Tony Wenas menjelaskan, kemajuan pembangunan smelter hingga Juni 2022 sudah mencapai 34,9 persen dengan dana yang sudah dikeluarkan sebesar USD 1,15 miliar.

Penyelesaian konstruksi ditargetkan selesai pada akhir 2023, yang akan diikuti dengan kegiatan pre-commissioning dan commissioning. Rencananya, operasi smelter dapat di start-up dan ramp-up di akhir kuartal II 2024.

"Kami bersama Pemerintah menggunakan kurva-S rencana pembangunan yang menjadi patokan untuk penyelesaian pembangunan smelter. Sejauh ini sampai akhir Juni 2022, kita memenuhi rencana yang ditetapkan dan untuk target sampai akhir tahun masih sejalan dengan rencana dalam kurva-S tersebut," jelas Tony.

Adapun smelter yang saat ini dibangun akan memproduksi sekitar 600 ribu ton katoda tembaga, dan juga rata-rata sekitar 35 ton emas per tahun.

Reporter: Maulandy Rizki Bayu Kencana

Sumber: Liputan6 [bim]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel