Smesco akan pasok 140 jaringan hotel Accor dengan produk UMKM

Ahmad Buchori
·Bacaan 3 menit

Smesco Indonesia akan memasok kebutuhan akomodasi bagi 140 jaringan hotel Accor di berbagai kota dengan produk UMKM yang telah terkurasi dan memenuhi standar yang ditetapkan sebagai bagian dari Gernas BBI.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki dalam keterangannya di Bandung, Minggu, mengatakan bahwa sinergi dan kolaborasi dalam rangka Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) dengan berbagai pihak terus dilakukan untuk membantu dan memperluas jaringan pemasaran produk UMKM.

"Bukan sekadar showcase, melainkan juga bisa meningkatkan branding dan promosi produk UMKM," kata Teten.

Oleh karena itu Teten meyakini penandatangan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) antara Smesco Indonesia dan Accor Indonesia di Kota Bandung, Jawa Barat, Sabtu (3/4), akan menjadi langkah yang berpeluang untuk meningkatkan “demand” bagi produk UMKM di tanah air.

Dalam kerja sama tersebut, Smesco dan Accor berkomitmen membuka kesempatan bagi produk-produk UMKM untuk mengisi kebutuhan 30.000 kamar di 140 jaringan hotel Accor seluruh Indonesia.

Bagi Teten, kerja sama ini sangat membantu pelaku UMKM karena akan banyak produk mereka yang terhubung dengan jaringan hotel milik Accor Indonesia.

“Saya meyakini, MoU ini merupakan kolaborasi mutualisme atau saling menguntungkan," ujar Teten.

Bahkan, lanjut Teten, dengan semakin banyaknya produk UMKM tampil di banyak hotel berbintang, masyarakat pun bakal semakin meningkat minatnya terhadap produk UMKM.

"Misalnya, di setiap hotel Accor, ada kedai kopi yang kopinya merupakan produk khas di daerah tersebut. Begitu juga dengan kulinernya. Sehingga, akan terasa betul aura dari ‘diversity of Indonesia’," kata MenkopUKM.

Dalam kesempatan yang sama, Dirut Smesco Indonesia Leonard Theosabrata menjelaskan, jenis produk UMKM yang akan mengisi jaringan hotel Accor antara lain untuk memenuhi kebutuhan restoran, bedroom, bathroom, toiletries, amenities, home decor, household, hingga minibar.

“Kebutuhan snack untuk meeting room juga akan diakomodasi dari produk UMKM," kata Leonard.

Selain itu, lanjut Leonard, produk UMKM juga diharapkan dapat berperan memenuhi kebutuhan hotel-hotel yang akan dibangun di beberapa wilayah di Indonesia lainnya. Di antaranya, Jawa Timur dan Banten.

“Kurasi akan dilakukan sesegera mungkin agar setelah pembangunan selesai produk UMKM sudah bisa digunakan yang tentunya melalui kurasi bersama antara Smesco dan Accor," papar Leonard.

Menurut Leonard, proses informasi kerja sama Smesco dan Accor dikoordinasikan melalui Dinas Koperasi dan UKM di seluruh Indonesia dan disosialisasikan melalui media sosial.

"Proses pendaftaran melalui link secara online. Antusiasme pelaku UMKM untuk bergabung sangat bagus dan sudah terdaftar lebih dari 600 pelaku usaha yang tahap berikutnya akan diseleksi dan dikurasi oleh Smesco dan Accor," kata Leonard.

Sebagai pilot project, kerja sama Smesco dan Accor tersebut dimulai di Hotel Pullman, Central Park, Jakarta pada April 2021 ini yang sudah memasuki tahap kurasi.

“Ini merupakan implementasi dari Gernas BBI, di mana Accor menggunakan produk lokal dari UMKM," kata Leonard.

Sementara Senior Vice President Operations and Government Relation Accor Indonesia dan Malaysia Adi Satria menjelaskan, Accor yang memiliki 140 hotel di seluruh Indonesia sangat mendukung pemberdayaan UMKM.

"Tahun ini, kita akan bangun lima hotel baru, yaitu dua di Surabaya, satu di Jakarta, satu di Malang, dan satu di Mandalika, Lombok," kata Adi.

Adi menambahkan bahwa pihaknya akan melakukan kurasi bersama dengan Smesco Indonesia untuk produk jasa dan kreatif.

“MoU ini merupakan bagian dari Gernas Bangga Buatan Indonesia dan Bangga Berwisata di Indonesia," kata Adi.

Baca juga: Pemprov Jabar gandeng SMESCO bawa produk UMKM masuk hotel berbintang

Baca juga: Teten ingin Smesco jadi sayap bisnis bantu riset UMKM

Baca juga: Teten nilai kerja sama Smesco dan Kimia Farma tingkatkan omzet UMKM

Baca juga: SMESCO Indonesia: UKM perlu adaptif dan raih peluang di era Covid-19