SMF bukukan laba bersih Rp291 miliar per triwulan III-2022

PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF membukukan laba bersih sebesar Rp291 miliar hingga triwulan III 2022, yang diraih dari pendapatan sebesar Rp1,31 triliun, dikurangi beban dan pajak senilai Rp1,02 triliun.

"Dengan adanya perkembangan tersebut aset PT SMF mencapai Rp32,87 triliun pada triwulan ketiga tahun ini," kata Direktur SMF Bonai Subiakto dalam temu media SMF 2022 di Banyuwangi, Jawa Timur.

Selain itu ia menyebutkan liabilitas perseroan mencapai Rp16,68 triliun atau sedikit rendah, lantaran adanya penurunan penyaluran pinjaman serta pendanaan pada triwulan III 2022.

Kemudian ekuitas perusahaan tercatat mencapai Rp16,18 triliun atau sudah lebih tinggi dari akhir tahun 2021 yang sebesar Rp14,02 triliun, karena perseroan mendapat Penyertaan Modal Negara (PMN) untuk Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

Baca juga: SMF terbitkan obligasi PUB VI tahap III 2022 sebesar Rp3 triliun

Bonai mengatakan pada tahun ini setidaknya terdapat tiga kegiatan utama yang dilakukan SMF sesuai mandat pemegang saham, yakni sekuritisasi, penyaluran pinjaman, dan pendanaan.

Untuk sekuritisasi, belum terdapat realisasi hingga triwulan III-2022. Sekuritisasi SMF saat ini masih berada dalam proses dan harapannya akan selesai di kuartal keempat tahun ini.

Selanjutnya realisasi penyaluran pinjaman telah mencapai Rp6,88 triliun yang meliputi komersial Rp3,36 triliun dan FLPP Rp3,51 triliun.

"Harapannya ini bisa kami penuhi hingga akhir tahun. Namun demikian jika dibanding tahun lalu memang terdampak efek dari kondisi makro dengan penurunan kredit di pasar primer atau KPR yang baru dirasakan SMF pada tahun ini," ungkapnya.

Lebih lanjut, kata dia, dari sisi pendanaan realisasinya mencapai Rp3,9 triliun, yang dikurangi dari tahun lalu, karena penyaluran pinjaman yang juga tidak terlalu besar pada triwulan III 2022.

Baca juga: SMF salurkan dana Rp22,5 miliar untuk renovasi rumah kumuh sejak 2018