SMP Al Irsyad Solo Nekat PTM, Gibran Perintahkan Guru-Murid Diswab

·Bacaan 2 menit

VIVA – Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka, kembali menemukan sekolah yang nekat menggelar pembelajaran tatap muka pada masa pemberlakuan PPKM Level 4.

Ketika mendapatkan laporan ada sekolah yang gelar tatap muka tersebut, putra sulung Presiden Jokowi itu langsung melakukan inspeksi mendadak di SMP Al Irsyad Solo.

Berdasarkan hasil rekaman video dari Polsek Pasar Kliwon, saat melakukan inspeksi mendadak Gibran tampak didampingi oleh Kapolsek Pasar Kliwon AKP Achmad Riedwan Prevoost. Hanya saja ia di sekolah tersebut tak berlangsung lama hanya beberapa menit saja. Setelah itu, ia meminta agar guru dan siswa yang hadir dalam pembelajaran tatap muka secara langsung itu menjalani swab antigen.

Tak berselang lama, sejumlah petugas medis dari Dinas Kesehatan Solo mendatangi sekolah swasta yang beralamat di Jalan Kapten Mulyadi, Kedung Lumbu, Pasar Kliwon itu. Selanjutnya puluhan siswa langsung menjalani uji swab antigen. Total ada 50 siswa dan 29 guru dan karyawan yang ikut dites swab.

Kepala Dinas Pendidikan Solo Etty Retnowati, membenarkan jika sekolah tersebut menggelar kegiatan pembelajran tatap muka pada hari ini. Padahal Kota Solo masih menerapkan PPKM Level 4 yang melarang adanya kegiatan bejalar secara tatap muka di sekolah. Untuk itu, para siswa yang masuk kelas diminta untuk segera pulang setelah menjalani uji swab antigen.

“Ini saya sudah cek yang masuk itu yang kelas hafalan Alquran dan siswanya memang cukup banyak anak. Mereka baru masuk pada hari ini dan jumlahnya 50 anak,” kata dia saat ditemui usai menemui Kepala Sekolah SMP Al Irsyad Solo, Selasa, 24 Agustus 2021.

Menurut dia, kegiatan pembelajaran secara tatap muka boleh dilakukan ketika pemberlakukan PPKM di Kota Solo turun ke Level 3.

Seperti diketahui bahwa saat ini PPKM di Kota Solo masih Level 4. Lantas, adanya kegiatan sekolah tatap muka yang digelar sekolah ini juga tidak ada koordinasi dengan pihak Satgas COVID-19 Kota Solo.

“Ya karena tidak ada koordinasi. Dari pihak sekolah ada konsultasi ke kita (dinas pendidikan) jadi kita tidak tahu. Sebenarnya Pak Haris sudah dapat laporan dan kepala sekolah sudah diingatkan kemarin untuk dibatalkan. Ternyata hari ini masih ada anak ke sekolah,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Sekolah SMP Al Irsyad Arif Budi Santoso mengatakan, siswa yang masuk kelas pada hari ini merupakan siswa kelasa VII dan VIII. Mereka masuk kelas untuk mengikuti hafalan Alquran. Karena jumlahnya 50 siswa maka jumlah siswa tersebut dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil.

“Ini hari pertama masuk. Dan adanya (peringatan) dengan swab antigen ini jelas dihentikan. Nanti habis ini suruh pulang anak-anak,” kata dia.

Ia mengakui bahwa kegiatan belajar tatap muka di sekolah memang belum berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Solo. Dia nekat menggelar tatap muka untuk kelas hafalan Alquran untuk mengetahui secara langsung perkembangan anak dalam mengikuti kegiatan hafalan tersebut.

“Kalau lewat daring kan mungkin kurang validitasnya jadi mau tidak mau harus dicek direct,” ucapnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel