SMP di Surabaya Kembali Belajar Online, Ada Klaster Covid-19?

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Surabaya - Pertemuan Tatap Muka (PTM) SMP di Surabaya dihentikan sementara. Sebagai gantinya, siswa kembalibelajar secara online.

Pelaksana Tugas (Plt) Kabid Sekolah Menengah (Sekmen) Dispendik Kota Surabaya Tri Aji Nugroho mengungkapkan, sekolah kembali dilakukan daring karena pihaknya sedang mempersiapkan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) se Kota Surabaya.

“ANBK ini akan diikuti oleh kelas 8 dan akan digelar pada 4-7 Oktober 2021. Makanya, Pertemuan Tatap Muka (PTM) SMP dialihkan kembali ke daring,” ujarnya, Kamis (30/9/2021).

Menurutnya, saat ini pihak Dispendik dan pihak sekolah sedang mempersiapkan sarana dan prasarana (sarpras) berupa komputer, karena nantinya ANBK ini hampir mirip dengan ujian nasional yang menggunakan komputer. Bahkan, kini Dispendik tengah mempersiapkan pengawas hingga administrasinya.

“Sistemnya nanti hampir mirip dengan UN (ujian nasional) dulu. Jadi, mereka akan mengerjakan soal langsung di komputer untuk mengukur kompetensi dan numerasi siswa,” katanya.

Oleh karena itu, lanjut Aji, dalam rangka sterilisasi tempat, persiapan sarpras dan juga administrasi di sekolah, serta supaya pelaksanaannya lebih lancar, maka pembelajaran di SMP dilakukan secara daring sampai ANBK selesai.

“Mulai hari ini dialihkan ke daring, dan mungkin pada hari Senin (11/10/2021), PTM di SMP bisa dilakukan kembali, karena ANBK-nya sudah selesai,” tegasnya.

Aji juga memastikan bahwa pada saat ANBK, Dispendik akan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Bahkan, pelaksanaan ANBK itu sudah diasesmen oleh Satgas Covid-19 Surabaya, sehingga nantinya pelaksanaannya akan dibagi ke dalam beberapa sesi, dan setiap sesi di dalam kelas hanya 15 siswa.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Tidak Ada Kluster Covid-19

Aji juga membantah adanya klaster sekolah di Kota Surabaya yang menyebabkan PTM SMP ditiadakan. Menurutnya, PTM itu bukan ditiadakan atau dihentikan, tapi dialihkan sementara karena sekolah tengah mempersiapkan ANBK ini.

“Tes swab yang dilakukan kepada siswa itu merupakan bentuk kehati-hatian pemkot selama menggelar PTM di sekolah,” tegasnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel