SMPN 1 Koba 'Dibersihkan' dari Mahluk Halus

Laporan Wartawan Bangka Pos, Zulkodri

TRIBUNNEWS.COM, BANGKA - Untuk memantau kondisi terakhir SMPN 1 Koba, Bangka Tengah yang sehari sebelumnya dihebohkan dengan puluhan siswa dan seorang guru yang kesurupan, Kepala Dinas Pendidikan Bateng Sugianto, Kamis (7/2/2013) mendatangi sekolah tersebut.  

Dalam kunjungannya Sugianto mengatakan, berdasarkan rapat dan masukan dari guru-guru maupun paranormal, di sekolah akan dilakukan ritual pembersihan dari gangguan mahluk halus.

"Iya, waktu libur kami tambah, menjadi tiga hari. Jadi, siswa baru masuk kembali, Senin (11/2/2013), yang penting kami utamakan untuk keselamatan dan kenyamanan anak-anak, karena pembelajaran butuh suasana yang betul-betul kondusif dan menyenangkan," ujarnya kepada Bangkapos.com (Tribunnews.com Network), Kamis.

Disinggung apakah kesurupan massal karena dampak psikologis siswa yang belum siap dengan penambahan jam aktif belajar di sekolah, Sugianto membantahnya.

"Kalau memang ada dunia lain, kami atasi dengan paranormal. Sedangkan apa yang kami terapkan, anak sekolah pulang pukul 16.00 WIB, itu kan sebagai upaya untuk mengatasi degradasi moral anak bangsa. SMP ini, setelah kami simpulkan, memang ada gangguan dari makhluk halus," paparnya.

Pada Rabu (6/2/2013), para siswa dan guru dikagetkan dengan adanya kesurupan massal di sekolah tersebut. Sebelumnya, Senin (4/2/2013), sekolah tersebut juga mengalami kejadian yang sama.  

Namun, kesurupan yang terjadi kali ini menimpa 20 siswi dan satu siswa serta satu orang guru, yang tiba-tiba bersikap aneh. Mereka meronta-ronta sambil berteriak, menangis, bahkan ada yang mengumpat dengan pandangan mata melotot. Akibatnya, aktivitas belajar mengajar dihentikan.

Rini Martini, seorang siswi yang turut membantu mengangkat temannya yang kesurupan mengatakan, awalnya hanya dua siswi yakni kesurupan, yakni Reni Farida dan Mega.

"Pas itu, kami sedang mengaji di kelas. Tiba-tiba ada yang teriak ada yang kesurupan, kemudian satu per satu semakin banyak dan ramai. Takutlah," paparnya. (*)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.