SMRC: 29 Persen Masyarakat Indonesia Tak Mau Divaksinasi Covid-19

·Bacaan 1 menit
Warga lanjut usia (lansia) antre untuk menerima vaksinasi COVID-19 di SDN 02 Sukapura, Cilincing, Jakarta Utara, Senin (22/3/2021). Kegiatan ini sebagai upaya meningkatkan kekebalan tubuh kepada warga rentan dari virus COVID-19. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Liputan6.com, Jakarta - Lembaga survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menyebut, dalam temuan hasil survei terbarunya mengungkap bahwa 29 persen masyarakat Indonesia enggan divaksinasi covid-19.

"Ternyata temuan survei ini sangat banyak warga, yaitu sekitar 29 persen warga yang tidak mau divaksin. Hanya 46 persen yang mantap mau divaksin," kata Direktur Riset SMRC, Deni Irvani dalam rilis survei SMRC secara daring pada Selasa (23/3/2021).

Sementara 23 persen mengaku masih ragu untuk divaksin. Dan 2 persen memilih enggan menjawab pertanyaan survei.

"Ini saya kira perlu jadi perhatian bersama kalau kita kaitkan dengan target bisa mencapai 70 persen penduduk, maka proporsi ini tentu masih kurang dari target yang dicanangkan oleh pemerintah," ujar Deni.

Deni menyebut bahwa survei ini dilakukan pada 28 Februari sampai 8 Maret 2021. Survei ini memiliki populasi warga Indonesia yang berusia di atas 17 tahun.

Dari populasi ini dipilih responden secara acak sebanyak 1.220 responden. Sementara responden yang berhasil diwawancara secara valid sebanyak 1.064 responden.

Diwawancara Tatap Muka

SMRC mematok tingkat kesalahan atau margin of error dalam survei ini sebesar kurang lebih 3,07 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Responden, kata Deni, diwawancara secara tatap muka dan sebanyak 20 persen dari total responden yang berhasil diwawancarai akan didatangi kembali guna memastikan keabsahan data yang mereka berikan. Hal itu sebagai bentuk quality control survei yang ditetapkan SMRC.

"Dan hasil tidak ditemukan kesalahan berarti," pungkasnya.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: