SMRC: COVID-19 Bikin Masyarakat Makin Apatis atas Partai Politik

Syahrul Ansyari, Anwar Sadat
·Bacaan 1 menit

VIVA - Survei nasional Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menunjukkan pada tahun 2020 ini terjadi kenaikan tingkat ketidakpedulian atau tingkat apatisme masyarakat terhadap partai politik. Dari survei yang dilakukan oleh SMRC Pada Maret 2020 atau sebelum pandemi COVID-19 meluas, terjadi peningkatan sekitar 8,8 persen.

Direktur Eksekutif SMRC, Sirojudin Abbas, mengatakan pada bulan Desember 2020, tingkat apatimse masyarakat terhadap partai politik sebanyak 30,7 persen. Sedangkan sebelum masa pandemi COVID-19, apatisme masyarakat terhadap partai Politik hanya berkisar 21,9 persen.

"Proporsi warga yang tidak mau mendukung partai dalam survei Desember 2020 30.7 persen lebih besar dibanding masa normal sebelum COVID-19 meluas dalam survei Maret 2020 21.9 persen, dan juga cenderung lebih besar dibanding pengalaman sebelumnya pada 2010 dan 2015 survei-survei 4 tahun menjelang pemilihan di mana yang tidak mau memilih partai antara 18-26.5%," kata Abbas, dalam keterangan persnya, Selasa 29 Desember 2020.

Baca juga: Alhamdulillah Anies Baswedan Sembuh dari COVID-19

Kenaikan juga terjadi pada tingkat apatisme warga terhadap sosok calon Presiden yang akan dipilih. Abbas mengatakan COVID-19 cenderung membuat masyarakat menjadi apatis terhadap prospek calon presiden.

"Kalau dibandingkan pada periode yang sama sebelumnya jumlah yang tidak menyatakan mendukung calon presiden dalam survei Desember 2020 31.5 persen lebih besar dibanding masa normal sebelum COVID-19 meluas dalam survei Maret 2020 23.8 persen," kata Abbas.

Selain itu, Abbas juga mengatakan, temuan kali ini juga lebih besar dibanding pengalaman sebelumnya pada 2010 dan 2015. "Survei-survei 4 tahun menjelang pemilihan di mana yang tidak mau memilih calon presiden antara 15.8-20.5 persen," ujar Abbas.

Survei Nasional SMRC ini dilakukan melalui wawancara per telepon kepada 1202 responden yang dipilih secara acak (random) pada 23-26 Desember 2020. Margin of error pada survei ini diperkirakan +/-2.9 persen. (ren)