SMRC Prediksi PDIP Bakal Usung Puan Maharani dalam Pilpres 2024

·Bacaan 1 menit
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Ketua DPP PDIP Puan Maharani saat menghadiri kampanye rapat umum di Solo, Jawa Tengah, Minggu (31/3). Kampanye yang dihadiri ribuan kader PDIP Se-Jawa Tengah untuk membuktikan kader dan simpatisan bersatu. (Liputan6.com/HO/Iwan)

Liputan6.com, Jakarta - Direktur Eksekutif SMRC Saiful Mujani mulai melakukan pemetaan koalisi Pilpres 2024. Menurut dia, berdasarkan hasil Pemilu 2019 hanya PDIP yang bisa mengusung pasangan presiden-wakil presiden tanpa harus berkoalisi.

Saiful menyatakan hanya partai politik atau koalisi partai politik hasil Pemilu 2019 yang mendapat kursi 20 persen di DPR atau 25 persen suara pemilih nasional.

"Karena syarat batas minimal partai untuk bisa mencalonkan sangat tinggi, maka hanya PDIP yang bisa mencalonkan tanpa koalisi. Karena itu, jumlah calon maksimal hanya empat atau tiga," kata Saiful dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (6/11/2021).

Kata dia, saat ini Puan diprediksi akan menjadi calon presiden yang akan diusung oleh PDIP. Saiful menyebut hal tersebut tampak dari kegiatan sosialisasi yang cukup masif.

Kendati begitu, Saiful menilai elektabilitas untuk Puan tergantung dari pastinya. Sebab penyelenggaraan Pemilu 2024 masih sekitar dua tahun ke depan.

"Kalau hasilnya menunjukan Puan berpeluang cukup bagus untuk menang, mungkin ia akan menjadi calon. Tunggu sekitar dua tahun lagi," ujarnya.

Prabowo Subianto Paling Atas Dalam Survei

Sementara itu, dia menyatakan para elite politik dapat mengetahui peluang baik untuk berkoalisi saat Pemilu berdasarkan hasil survei.

Berdasarkan hasil survei kelima petinggi partai, sementara ini Ketua Partai Gerindra Prabowo Subianto paling atas lalu diikuti Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

"Sementara Puan, Airlangga, dan Muhaimin jauh di bawah kedua nama itu," jelas Saiful.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel