Snap Umumkan Story Studio, Aplikasi Edit Mandiri untuk Mudahkan Kreator Snapchat

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Snap Inc baru saja mengumumkan aplikasi mandiri yang diberi nama Story Studio. Aplikasi ini hadir untuk membantu perkembangkan para kreator Snapchat.

Dalam keterangan resmi yang diterima, Senin (24/5/2021), Story Studio menawarkan fungsi edit yang lebih canggih untuk membuat konten profesional lewat perangkat mobile.

Menurut Snap, aplikasi ini memberikan kesempatan kreator membuat video vertikal yang lebih canggih sekaligus menarik, dan dapat langsung dibagikan ke Snapchat.

Selain fungsi edit, Story Studio juga dapat memberikan insight mengenai tren yang terjadi di Snapchat. Rencananya, aplikasi ini akan meluncur akhir 2021 di iOS dan dapat diunduh secara gratis.

Beberapa fitur yang disebut akan hadir di aplikasi ini adalah insight untuk mengetahui tren di Snapchat, akses ke katalog Snap, efek visual berbasis teknologi augmentend reality, hingga fitur edit lainnya.

Selain kehadiran Story Studio, Snap juga mengumumkan layanan Spotlight kini sudah menjangkau 125 juta pengguna aktif per bulan. Jumlah orang yang menonton Spotlight selama setidaknya 10 menit per hari tumbuh lebih dari 70 persen dari Januari hingga Maret.

Snap juga meluncurkan laman baru untuk menonton konten Spotlight di situs web, bahkan bagi orang yang tidak memiliki akun Snapchat. Melalui situs itu, kreator atau brand dapat memanfaatkan software desktop seperti Final Cut Pro untuk langsung mengunggah konten di Spotlight.

Untuk para kreator sendiri, Snap terus menawarkan jutaan dolar sebagai penghargaan untuk kreativitas mereka. Sejak program ini meluncur, ada lebih dari 5.400 kreator yang menghasilkan USD 130 juta.

Snap Akuisisi Pengembang Teknologi AR WaveOptics Senilai Rp 7,2 Triliun

Logo snapchat. (businessinsider.com)
Logo snapchat. (businessinsider.com)

Di sisi lain, mengutip dari CNBC via The Verge, Sabtu (22/5/2021), Snap resmi mengakuisisi WaveOptics seharga USD 500 juta atau sekitar Rp 7,2 triliun.

Adapun pembayaran ini dibagi ke dalam bentuk uang tunai dan saham, dengan setengah pembayaran pertamanya dibayarkan dalam bentuk saham.

Perusahan bentukan Evan Spiegel tersebut akan membayar sisanya secara tunai atau saham dalam dua tahun. Disebutkan, WaveOptics merupakan pembelian terbesar yang pernah Snap lakukan.

Dengan hal tersebut, Snap seakan memberikan gambaran jelas betapa seriusnya perusahaan pengembangan kacamata pintar berbasis AR saat ini dan di masa mendatang.

Luncurkan Spectacles AR

Lebih lanjut, Snap baru saja meluncurkan kacamata Spectacles AR pertamanya pada pekan ini. Sayang, kacamata tersebut tidak dijual bebas.

Sebaliknya, Snapchat memberikannya kepada developer terlebih dahulu agar dapat menyempurnakan fitur dan kemampuan di kacamata, sebelum menjual versi barunya ke konsumen.

Seperti disebutkan, kacamata Spectacles AR baru ini sudah menggunakan lensa yang dikembangkan oleh WaveOptics.

Snap dikabarkan telah mengakuisisi perusahaan pengembang pemetaan 3D, Pixel8earth senilai Rp 109,9 miliar. Hal itu dilakukan oleh perusahaan setelah pada pekan lalu resmi mencaplok Fit Analytics.

Pixel8earth, perusahaan yang baru diakuisisi oleh Snap itu berbasis di Colorado, Amerika Serikat. Rencananya, perusahaan bentukan Evan Spiegel tersebut ingin mengambangkan lebih lanjut produk berbasis pemetaan 3D.

Secara khusus, mereka akan membuat alat yang akan bekerja dengan pengalaman augmented reality berbasis lokasi Snap sesuai dengan Local Lens yang sempat diumumkan perusahaan Juni 2020.

(Dam/Ysl)

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel