Snapchat Ingin Teknologi AR Terakses Semua Pihak untuk Dorong Ekonomi Digital

Liputan6.com, Jakarta - Snapchat bisa dibilang sebagai salah satu pelopor teknologi Augmented Reality (AR) di smartphone. Berkat fitur itu, pengguna dapat membuat konten Snaps secara kreatif.

Nana Murugesan, Managing Director of International Market, Snap Inc, pada sesi wawancara ekslusif dengan awak media Indonesia, Selasa (3/12/2019), mengatakan bahwa Snapchat ingin membuat teknologi AR terakses oleh semua pihak. Oleh sebab itu, Snapchat antara lain membuka akses terhadap alat bernama Lens Studio bagi semua pihak.

Terkini, Lens Studio juga diperkenalkan kepada siswa dan mahasiswa di berbagai sekolah dan universitas selama Snapchat melakukan kunjungan sebagai salah satu strategi untuk membangun komunitas pengguna di Indonesia.

"Pada dasarnya, gagasan Lens Studio adalah untuk mendemokratisasikan Augmented Reality (AR) dan memungkinkan setiap orang untuk masuk ke sana dan membangun pengalaman AR mereka sendiri. Anda tidak harus menjadi seseorang yang akrab dengan pemrograman, Anda tidak harus menjadi seseorang yang seorang insinyur. Pada dasarnya, siapa pun dapat masuk ke platform Lens Studio dan cukup mengikuti semacam template dan panduan yang telah disediakan," tutur Nana.

Lebih lanjut, perusahaan meyakini teknologi AR dapat mendorong ekonomi digital di dunia, tak terkecuali di Indonesia.

"Kami percaya ada sejumlah keahlian yang sangat penting di tengah-tengah evolusi ekonomi digital saat ini dan kami tahu ekonomi Indonesia menjadi semakin digital. Kami percaya ada beberapa hal berbeda, yang mendorong ekonomi digital, dan kami pikir, AR akan menjadi salah satunya, dan Lens Studio benar-benar cara di mana kami dapat mendidik para siswa untuk bisa mendapatkan keahlian di bidang ini," ujar Nana.

Statistik per Kuartal Ketiga 2019

Per kuartal ketiga 2019, Snapchat mengklaim memiliki 210 juta pengguna aktif harian. Mereka, secara akumulatif membuat lebih dari 3,5 miliar Snaps setiap harinya.

Rata-rata harian penggunaan Snapchat mencapai 30 menit. Lebih lanjut disebutkan bahwa 60 persen dari pengguna aktif harian tersebut di atas membuat Snaps dengan fitur Camera setiap harinya.

Terakhir, rata-rata pengguna aktif harian berinteraksi dengan Augmented Reality di layanan ini sekitar 30 kali per hari.

(Why/Ysl)