Soal Artis Pom-pom Saham, Kemenkeu: Bagus Tapi Harus Ikuti Ini

Dusep Malik, Mohammad Yudha Prasetya
·Bacaan 2 menit

VIVA – Beberapa waktu terakhir ini marak fenomena artis yang kerap merekomendasikan untuk membeli saham-saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Hal tersebut dikenal dengan istilah 'pom-pom saham', oleh sebagian kalangan masyarakat Indonesia khususnya di ranah pasar modal.

Saat dimintai tanggapan terkait hal itu, Direktur Surat Utang Negara Direktorat Jenderal Pengelolaan dan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, Deni Ridwan, menilai bahwa apa yang dilakukan oleh para artis sebenarnya baik untuk menggenjot minat generasi muda untuk mulai berinvestasi di pasar modal Tanah Air.

Namun, hal itu hanya apabila informasi yang disampaikan oleh para artis itu mengandung kebenaran dari sisi informasi terkait pasar modal, dan tidak menyesatkan orang yang pada akhirnya mengikuti rekomendasi tersebut.

"Ini langkah bagus untuk tetap menjaga minat masyarakat, terutama generasi muda dan selebritis, agar mereka mau berinvestasi di pasar keuangan," kata Deni dalam telekonferensi, Rabu 10 Maret 2021.

"Tapi di sisi lain, mereka bertanggung jawab untuk kasih info yang akurat dan bisa dipertanggungjawabkan kepada publik," ujarnya.

Di sisi lain, Deni mengaku menyerahkan sepenuhnya masalah itu kepada pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK), terkait ketentuan dan aturan yang harus dilakukan oleh para public figure yang melakukan pom-pom saham tersebut.

Menurut Deni, sebaiknya OJK berkenan memanggil para public figure yang kerap melakukan hal itu, guna membahas aturan, ketentuan, atau bahkan etika dalam hal merekomendasikan saham-saham tertentu kepada masyarakat.

"Jadi memang saya pikir OJK harus proaktif dalam melakukan upaya sosialisasi, termasuk memanggil influencer dan memberikan 'advice' yang bisa diikuti oleh para pengikutnya," ujarnya.

Diketahui, beberapa artis lokal telah terjun ke dunia pasar modal, dan kerap merekomendasikan saham-saham yang bisa diinvestasikan para investor. Misalnya seperti Raffi Ahmad dan Ari Lasso, yang beberapa kali merekomendasikan sejumlah saham melalui media sosialnya (pom-pom saham).

Namun, aksi kedua artis itu justru menjadi bahan cibiran oleh kalangan pasar modal, karena mereka dinilai hanya merekomendasikan saham-saham tertentu tanpa melihat kinerja perusahaan yang direkomendasikannya tersebut. Sehingga, hal itu dinilai hanya mendompleng kinerja saham dari perusahaan yang direkomendasikan tersebut.