Soal Calon Kapolri, Ini Jawaban Anang Iskandar  

TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Badan Narkotika Nasional Komisaris Jenderal Anang Iskandar enggan menanggapi kabar yang menyebut dirinya sebagai calon kuat Kepala Kepolisian Republik Indonesia. Anang disebut-sebut sebagai salah satu kandidat potensial untuk menempati jabatan Kepala Kepolisian Republik Indonesia yang baru, selain Kepala Badan Reserse Kriminal Mabes Polri Komisaris Jenderal Sutarman.

"Saya ini Kepala BNN, tanyakan tentang BNN saja, kalau tentang polisi, ya, ke polisi," ujar Anang seusai rapat di Kementerian Hukum dan HAM, Rabu, 24 Juli 2013.

Pergantian Kepala Kepolisian Republik Indonesia rencananya dilakukan pada Agustus mendatang. Pergantian ini dilakukan karena Jenderal Timur Pradopo akan memasuki masa pensiun. Setidaknya sampai saat ini terdapat sembilan nama yang menjadi calon pengganti Timur.

Anang yang mengenakan kemeja berlogo Badan Narkotika Nasional tetap enggan menanggapi pertanyaan Tempo terkait pencalonan dirinya sebagai Kapolri. Lulusan Akpol 1982 ini hanya tersenyum dan berjalan memasuki kendaraannya ketika terus dicecar dengan pertanyaan.

Selain Anang dan Sutarman, nama Wakil Kepala Badan Reserse Kriminal Mabes Polri Irjen Anas Yusuf dan Kepala Polda Metro Jaya Irjen Putut Eko Bayu Seno masuk dalam bursa. Adapun lima nama lainnya adalah Kepala Polda Bali Irjen Arif Wachjunadi, Kepala Lembaga Pendidikan Polri Komjen Budi Gunawan, Asisten Operasi Kapolri Irjen Badrodin Haiti, mantan Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Saud Usman Nasution, dan Kepala Divisi Teknologi Informasi Polri Irjen Tubagus Anis Angkawijaya.

Anang sudah melaporkan harta kekayaannya ke Komisi Pemberantasan Korupsi Senin lalu sebagai persyaratan untuk menjadi calon Kapolri. Kepala Informasi dan Pemberitaan KPK Priharsa Nugraha mengatakan bahwa Anang adalah calon pertama yang melaporkan harta kekayaannya. Berdasarkan laporan harta kekayaan yang dilaporkannya pada November 2009, Anang mengaku memiliki harta sebesar Rp 2,4 miliar.

MAYA NAWANGWULAN

Berita Terpopuler:

SBY Ditegur Negara Lain Akibat Ormas Anarkis

Mengaku Diserang Preman, FPI Dituduh Bohong

Soal FPI, Menag Malah Minta Masyarakat Sabar

Ribut PKL Tanah Abang, Anak Buah Jokowi Bertengkar

Jenderal Rekening Gendut Tidak Etis Jadi Kapolri

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.