Soal Calon Panglima TNI, DPR Tunggu Surpres Masuk

Merdeka.com - Merdeka.com - Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa akan memasuki masa pensiun pada akhir tahun ini. DPR masih menunggu Surat Presiden (Surpres) Joko Widodo mengenai nama penggantinya.

"Belum ada suratnya yang turun, jadi sabar ya nanti kalau ada supresnya baru kita bisa komentar," kata Anggota Komisi I DPR RI Dave Laksono saat dihubungi merdeka.com, Kamis (3/11).

Soal siapa yang cocok untuk menggantikan Andika, dia tidak menjawab spesifik. Dave hanya bilang, semua Kepala Staf Angkatan adalah perwira terbaik dan layak jadi Panglima TNI.

"Siapa yang terbaik semua perwira tinggi semua yang sekarang menjabat Kepala Staf angkatan perwira perwira terbaik dan layak menjadi panglima TNI," ucapnya.

Politikus Golkar ini enggan menjelaskan lebih jauh siapa sosok yang menjadi pertimbangan komisi I untuk menggantikan Andika. DPR menunggu surpres masuk.

"Ya tunggu supres masuk baru kita bisa komentar lebih jauh," tutupnya.

Jenderal Andika Perkasa akan genap satu tahun menjabat Panglima TNI pada 17 November mendatang. Tetapi, menjelang akhir Desember besok, masa dinasnya di TNI berakhir.

Aturan mengenai pengangkatan calon Panglima TNI tertuang dalam UU Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia, tepatnya pada pasal 13, yaitu Panglima akan diangkat dan diberhentikan oleh Presiden atas persetujuan DPR. Pergantian masa tugas tersebut dilakukan berdasarkan kepentingan organisasi TNI.

Posisi Panglima TNI dapat dijabat secara bergantian oleh perwira tinggi aktif dari tiap angkatan yang sedang atau pernah menjabat Kepala Staf Angkatan. Nama calon Panglima TNI diperoleh dari usulan Presiden. [fik]