Soal HRS, Kadis Kesehatan hingga Manajer di Bandara Diperiksa Polisi

Siti Ruqoyah, Foe Peace Simbolon
·Bacaan 3 menit

VIVAPolisi menyebut ada jajaran dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang diperiksa untuk penyelidikan kasus dugaan pelanggaran protokol kesehatan di Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, dalam acara pernikahan putri Imam Besar Front Pembela Islam, Habib Rizieq Shihab, dan Maulid Nabi.

Dia adalah Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) DKI Jakarta Widyastuti. Yang bersangkutan diperiksa kapasitasnya sebagai saksi. Pemeriksaan Kadinkes masih berkaitan dengan acara pernikahan yang berujung pada kerumunan massa di Petamburan.

"Yang hadir Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus di Markas Polda Metro Jaya, Kamis, 19 November 2020.

Selain Kadinkes, lanjut Yusri, pihaknya juga memeriksa satu orang lagi hari ini. Tapi, yang bersangkutan bukanlah dari pihak Pemprov DKI Jakarta juga. Adalah Senior Manager Aviation Security Bandara Soekarno-Hatta yang diperiksa.

Yusri menyebut pemeriksaan dilakukan terkait dengan tibanya Habib Rizieq di Bandara Soetta. Polisi hendak mencari tahu soal protokol kesehatan ketika Habib Rizieq tiba di Bandara Soetta pada 10 November 2020 lalu.

"Kami harus mengetahui saat datang HRS ke sini sudah sesuai protokol kesehatan, misalnya pengecekan SWAB atau rapid atau ada surat protokol kesehatan. Kami perlu pendalaman ke yang bersangkutan," katanya.

Diketahui, Front Pembela Islam (FPI) dan Imam Besar FPI Habib Muhammad Rizieq Shihab dikenai sanksi denda secara administratif sebesar Rp50 juta oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Surat pemberian sanksi itu dikirimkan pada Minggu, 15 November 2020.

Denda ini terkait dengan penyelenggaraan rangkaian kegiatan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus pernikahan anak Habib Rizieq di Jalan Petamburan III, Tanah Abang, Jakarta pusat pada Sabtu malam, 14 November 2020. Kegiatan ini menimbulkan kerumunan massa.

Sementara, menantu Habib Rizieq Shihab, Habib Hanif Alatas, menyebut denda administratif sebesar Rp50 juta telah dibayarkan. Denda merupakan sanksi dari Satpol PP DKI Jakarta karena adanya kerumunan massa saat acara pernikahan anak Habib Rizieq.

"Kami dari pihak keluarga sudah terima suratnya, bahkan kami sudah membayar (sanksi) & memaklumi hal tersebut, meskipun di acara kemarin diwajibkan protokol COVID (dan sudah kami laksanakan)," tulis Habib Hanif melalui akun resmi Front Pembela Islam, dikutip Minggu, 15 November 2020.

Buntut kejadian ini, pada Senin, 16 November 2020, Mabes Polri mencopot dua Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) yaitu, Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana dan Kapolda Jawa Barat Irjen Rudy Sufahriadi. Keduanya dicopot lantaran dianggap tidak melaksanakan perintah menegakkan protokol kesehatan.

Meski begitu, Polri tidak menjelaskan secara lebih rinci alasan pencopotan kedua jenderal polisi berbintang dua tersebut. Namun, diketahui terjadi sejumlah kerumunan massa belakangan ini di daerah Jakarta dan Jawa Barat yang melibatkan Habib Rizieq.

"Ada dua kapolda yang tidak melaksanakan perintah dalam menegakkan protokol kesehatan, maka diberikan sanksi berupa pencopotan. Yaitu Kapolda Metro Jaya dan Kapoda Jawa Barat," kata Kadiv Humas Polri Irjen Raden Prabowo Argo Yuwono di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin, 16 November 2020.

Kemudian, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan bersama beberapa jajarannya pun dimintai klarifikasi oleh polisi pada Selasa, 17 November 2020. Anies datang ke Polda Metro Jaya dengan mengenakan seragam gubernur. Setelah diperiksa, dia mengucapkan syukur.

“Alhamdulillah, saya sudah selesai memenuhi undangan untuk memberikan klarifikasi dan prosesnya berjalan dengan baik,” kata Anies.

Anies dicecar oleh penyidik sebanyak 33 pertanyaan yang disampaikan menjadi laporan sepanjang 23 halaman. Menurut dia, semua pertanyaan sudah dijawab sesuai dengan fakta yang ada sehingga tidak ditambah dan tak dikurangi.

“Adapun detail isi pertanyaan, klarifikasi, dan lain-lain biar nanti menjadi bagian dari pihak Polda Metro Jaya untuk nanti meneruskan dan menyampaikan sesuai kebutuhan,” ujar Anies. (ase)

Baca juga: Curhatan Irjen Rudy Gajah Usai Dicopot karena Kasus Megamendung