Soal Kenaikan PPN, Sri Mulyani: Tidak Pasti Tahun Ini Tiba-tiba Naik

·Bacaan 1 menit

VIVA – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati buka suara terkait rencana kenaikan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Dia menekankan, itu merupakan langkah jangka menengah.

Sri menegaskan, dengan demikian, rencana kenaikan tersebut tidak akan dalam waktu dekat dilakukan sebagaimana isu yang beredar beberapa hari ke belakang.

"Jadi pasti tidak hari ini dan tahun ini tiba-tiba naik PPN itu, tidak, pasti," tegas Sri saat rapat kerja dengan Komisi XI DPR, Senin, 24 Mei 2021.

Selain itu, Sri melanjutkan, kenaikan PPN tersebut juga dilakukan dalam revisi kelima Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP).

Dengan demikian, dia menegaskan, prosesnya akan panjang untuk mencapai tarif baru dari PPN, sebab harus dibahas terlebih dahulu dengan anggota dewan di parlemen.

"Kita bicara undang-undang, kita bicara medium term, kita mau ke mana. Jadi mungkin dibedakan fokus kita hari ini ingin pemulihan ekonomi dan kita komit terhadap itu," ungkapnya.

Sri memastikan, untuk tarif PPN sendiri nantinya akan ditetapkan dan disesuaikan besarannya dengan tetap memperhatikan kondisi pemulihan ekonomi nasional (PEN).

"Mengenai wacana PPN kalaupun bicara KUP dan lain-lain tidak berarti hari ini bisa berjalan, jadi kita sangat aware mengenai fokus kita hari ini pemulihan ekonomi," ucap Sri.

Di sisi lain, dia melanjutkan, fokus utama terkait wacana kenaikan tarif PPN dan perubahan kebijakan secara keseluruhan adalah demi memperbaiki sistem perpajakan Indonesia.

"Dengan medium term kita kepingin tax kita sehat, sustain dan adil serta APBN kita bisa sehat juga, jadi kita nanti bisa bahas di dalam RUU tersebut," papar dia.